GOWA,Klikbacanews.id – Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Tim Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SPACE FT-UH menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama dan Penggunaan Alat Keselamatan Darurat bagi masyarakat Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pakkatuju Saat Bencana dan pengembangan sistem mitigasi bencana berbasis masyarakat SITULUNG itu dilaksanakan di Masjid Nurul Halal, Kamis (16/7/2026), sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman tanah longsor.
Pelatihan diikuti oleh perangkat desa, kepala dusun, Karang Taruna, petugas Puskesmas Pembantu (Pustu), anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 6 Gowa, serta masyarakat setempat.
Topografi Desa Lonjoboko yang berada di kawasan perbukitan dengan tingkat kerawanan longsor cukup tinggi menjadi alasan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis tiba.
Materi pelatihan disampaikan langsung oleh tim tenaga kesehatan Puskesmas Parangloe yang dipimpin Kepala Unit Gawat Darurat (UGD), Jumiati, S.Kep., Ns., bersama Astuti, S.Kep., Fitriani, A.Md.Kep., dan Fitriani Tahir, S.Kep., Ns.
Dalam penyampaiannya, tim medis menekankan pentingnya penerapan prinsip 3A, yaitu Aman Diri, Aman Lingkungan, dan Aman Korban, sebagai langkah awal sebelum melakukan proses penyelamatan guna menghindari munculnya korban baru.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui simulasi penanganan korban. Peserta diajarkan cara memeriksa respons korban, membuka jalan napas menggunakan metode head tilt dan chin lift, hingga mempraktikkan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan teknik 30 kompresi dada dan dua napas buatan.
Selain itu, masyarakat juga dilatih menerapkan Posisi Miring Mantap bagi korban yang telah kembali sadar untuk mencegah risiko tersedak akibat sumbatan cairan.
Tak hanya keterampilan medis, peserta juga dibekali pengetahuan mitigasi bencana, seperti mengenali tanda-tanda awal longsor, menyiapkan tas siaga darurat, serta memahami pentingnya mengikuti jalur evakuasi yang telah ditetapkan saat kondisi darurat.
Pihak Puskesmas Parangloe mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana secara mandiri.
Melalui pelatihan ini, warga Desa Lonjoboko diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama serta mampu mengambil langkah cepat dan tepat saat terjadi bencana, sehingga dapat meminimalkan risiko korban sebelum bantuan resmi tiba.
(Arsyadleo)













