Makassar,Klikbacanews.id — Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B. Kady, menerima kunjungan Camat Kepulauan Tanakeke bersama para Kepala Desa se-Kecamatan Tanakeke, Kabupaten Takalar, di kediamannya di Kota Makassar, Sabtu (29/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan masyarakat Kecamatan Tanakeke yang merupakan satu-satunya kecamatan kepulauan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan mendasar yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan disampaikan langsung kepada Hamka B. Kady. Mulai dari konektivitas antarwilayah, akses transportasi penyeberangan, infrastruktur jalan, kebutuhan listrik, air bersih hingga penguatan sektor ekonomi masyarakat pesisir dan nelayan.
Hamka B. Kady mengatakan, karakter geografis Tanakeke sebagai wilayah kepulauan membutuhkan perhatian pembangunan yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
“Tanakeke merupakan satu-satunya kecamatan kepulauan di Kabupaten Takalar sehingga membutuhkan perhatian khusus. Konektivitas jalan, dermaga penyeberangan, listrik, air bersih hingga penguatan kampung nelayan merupakan kebutuhan penting masyarakat,” ujar Hamka.
Sejumlah Infrastruktur Jalan Jadi Aspirasi
Dalam dialog tersebut, Camat dan para Kepala Desa menyampaikan sejumlah aspirasi prioritas, di antaranya pembangunan jalan penghubung di Tompotana, jalan penghubung di Maccini Baji, serta jalan penghubung Balangdatu–Minasa Baji.
Pembangunan akses jalan tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, menghubungkan antarwilayah di kepulauan, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Selain jalan, pembangunan dermaga penyeberangan dari Takalar Lama menuju Kepulauan Tanakeke juga menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan.
Dermaga yang memadai dinilai dapat menjadi infrastruktur strategis bagi masyarakat Tanakeke karena akan mempermudah akses keluar-masuk wilayah kepulauan, memperlancar distribusi barang serta menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Masyarakat kepulauan juga harus mendapatkan akses pembangunan yang setara. Ketika jalan dan dermaga tersedia dengan baik, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan kegiatan ekonomi juga akan tumbuh,” katanya.
Listrik dan Air Bersih
Persoalan kebutuhan energi listrik juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Aspirasi yang disampaikan mencakup pemenuhan kebutuhan listrik untuk empat desa, termasuk kemungkinan pemanfaatan solusi energi seperti SuperSUN yang berkaitan dengan sektor energi dan Kementerian ESDM.
Selain listrik, ketersediaan air bersih juga menjadi kebutuhan mendasar yang diharapkan mendapat perhatian pemerintah.
Kondisi geografis Tanakeke sebagai wilayah kepulauan membuat pemenuhan air bersih membutuhkan pendekatan dan program yang sesuai dengan karakteristik wilayah serta kebutuhan masyarakat setempat.
Dorong Tanakeke Masuk Program Kampung Nelayan Merah Putih
Aspirasi lainnya adalah agar Kecamatan Tanakeke mendapatkan perhatian dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih.
Hingga saat ini, program tersebut belum hadir di Kecamatan Tanakeke. Padahal, wilayah kepulauan tersebut memiliki potensi perikanan yang besar serta masyarakat yang sebagian menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan dan perikanan.
Hamka B. Kady menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan Camat dan para Kepala Desa akan dicatat dan dikomunikasikan kepada kementerian maupun lembaga terkait sesuai kewenangannya.
“Aspirasi Camat dan para Kepala Desa ini akan kita komunikasikan dan perjuangkan melalui kementerian terkait. Insyaallah, aspirasi masyarakat Tanakeke akan terus kita kawal,” tegasnya.
Menurut Hamka, pembangunan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan bukan hanya menyangkut akses fisik, tetapi juga berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, konektivitas, transportasi, listrik, air bersih serta penguatan ekonomi nelayan perlu menjadi bagian dari perhatian pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kepulauan Tanakeke.
(Arsyadleo)













