TAKALAR, Klikbacanews id – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mendorong aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memahami pentingnya perlindungan dan perencanaan masa depan, termasuk persiapan menghadapi masa purnabakti.
Hal tersebut disampaikan Daeng Manye saat menghadiri penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Takalar dengan PT Asuransi Jiwa Taspen.
Kegiatan berlangsung di Mercure Hotel Makassar, Jalan AP Pettarani No. 4, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026).
Daeng Manye mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman sekaligus pilihan perlindungan bagi ASN dan PPPK di Kabupaten Takalar dalam mempersiapkan masa depan.
Ia menyebut sekitar 3.900 ASN dan PPPK saat ini menjadi bagian dari aparatur pemerintah daerah. Jumlah tersebut dinilai sebagai potensi besar sekaligus menunjukkan perlunya sosialisasi yang lebih luas mengenai manfaat Taspen Life.
“Sekitar 3.900, kurang lebih 4.000 lah semua, jadi kali dua 8.000. Ini menjadi potensi market daripada Taspen,” kata Daeng Manye.
Menurutnya, pemahaman ASN dan PPPK mengenai perlindungan masa depan masih perlu ditingkatkan. Ia menyebut saat ini baru satu orang yang diketahui menjadi anggota Taspen Life.
“Berarti masih banyak sekali, sangat banyak. Ini kan butuh pemahaman dari para ASN, PPPK, manfaat daripada Taspen ini,” ujarnya.
Daeng Manye menilai persiapan masa pensiun sebaiknya dilakukan sejak ASN dan PPPK masih berada pada usia produktif. Menurutnya, pegawai tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga perlu memiliki perencanaan keuangan untuk menghadapi masa setelah pensiun.
Ia kemudian membagikan pengalamannya saat bekerja di Telkom. Daeng Manye mengaku pernah melihat sejumlah calon pensiunan yang mengalami persoalan dalam mengelola uang pesangon setelah berhenti bekerja.
“Karena pengalaman kita, mereka jago di pekerjaan, tapi tidak jago bisnis. Nah, begitu selesai, langsung kena tipu, habis, Pak,” ungkapnya.
Karena itu, ia meminta sosialisasi Taspen Life dilakukan secara masif kepada ASN dan PPPK di Kabupaten Takalar.
Daeng Manye mengusulkan agar sosialisasi diawali dari pejabat, kemudian diteruskan kepada seluruh pegawai di masing-masing perangkat daerah.
“Langkah taktis dan teknisnya itu sosialisasi kepada pejabat dulu, ketuk tular, terus ke bawah, ke bawah,” katanya.
Ia menegaskan ASN dan PPPK perlu memperoleh informasi yang jelas sebelum menentukan pilihan terkait perlindungan masa depan.
Selain itu, Daeng Manye meminta perangkat daerah terkait memastikan validitas data kepegawaian yang menjadi dasar kepesertaan maupun pembayaran premi.
“Ketika sudah Taspen, database-nya valid, setiap bulan juga harus dipotong, jadi ini juga bentuk validasi data ke dalam, ini juga penting,” jelasnya.
Ingin ASN Tenang Saat Purnabakti
Daeng Manye mengatakan perlindungan dan perencanaan masa depan bagi ASN dan PPPK merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan jaminan kesejahteraan sosial.
“Bagi kami di Pemda manfaatnya bahwa tugas kami untuk jaminan kesejahteraan sosial ini bisa terselesaikan,” tuturnya.
Ia juga mendorong ASN muda, terutama pegawai yang berusia di bawah 30 tahun, agar mulai mempersiapkan perlindungan sejak awal bekerja.
“Yang kelahiran 2000-an lah, yang masih umur 25, di bawah 30, itu diajak sekalian,” ujarnya.
Menurutnya, persiapan tersebut penting mengingat cukup banyak ASN yang akan memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun mendatang.
“Banyak mau pensiun-pensiun ini, lima tahun terakhir ini banyak mau pensiun,” katanya.
Daeng Manye berharap kerja sama dengan Taspen Life dapat memberikan ketenangan kepada ASN dan PPPK dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Silakan ini teman-teman manfaatkan,” katanya.
Ia berharap ASN dan PPPK dapat bekerja lebih fokus karena memiliki persiapan menghadapi masa purnabakti.
“Sehingga apa? Sehingga mereka tenang, kerja fokus, ya. Ndak mikir lagi, insyaallah asap dapurnya masih tetap ngebul kalau sudah pensiun,” ujarnya.
Taspen Life Komitmen Dukung Kesejahteraan ASN
Sementara itu, Kepala Divisi Distribusi Pemasaran PT Taspen Makassar Lulus Heriyanto menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Takalar.
Ia mengatakan kesejahteraan ASN tidak hanya berkaitan dengan penghasilan, tetapi juga perlindungan finansial bagi pegawai dan keluarganya.
“ASN merupakan pilar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” kata Lulus.
Menurutnya, penandatanganan PKS tersebut menjadi bentuk komitmen untuk menghadirkan perlindungan bagi ASN, mulai dari perlindungan jiwa, perencanaan keuangan hingga persiapan masa purnatugas.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat membantu ASN bekerja lebih tenang, produktif dan fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Takalar.
Taspen Life, kata Lulus, sebagai salah satu anak perusahaan Taspen Group berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan ASN.
“Semoga kerja sama ini membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi Pemerintah Kabupaten Takalar dan seluruh ASN yang sejahtera, profesional, dan berdaya saing,” ujarnya.
Lulus juga menyampaikan apresiasi kepada Branch Manager PT Taspen (Persero) Fani Yuda atas dukungan dan arahannya kepada jajaran Taspen Life Relation Officer Kantor Cabang Makassar.
(Arsyadleo)













