Berita, NTT  

Warga Golo Lijun Pertanyakan Distribusi Bantuan Gempa, Data dan Kondisi Lapangan Dinilai Tak Sejalan

Klikbacanews.id, MANGGARAI TIMUR, NTT – Penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, menjadi sorotan masyarakat.

Warga mempertanyakan transparansi distribusi bantuan pemerintah daerah setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara data rekap bantuan dengan kondisi yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Pada Senin, 7 September 2026, proses pembagian bantuan juga disebut berlangsung kurang tertib. Sejumlah bantuan bahkan terlihat terinjak warga saat proses distribusi.

Bagi masyarakat terdampak bencana, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut teknis pembagian. Warga berharap bantuan dapat disalurkan secara layak, tertib, transparan, dan tepat sasaran.

Data Bantuan Tercatat dalam Jumlah Besar

Sorotan warga menguat setelah membandingkan kondisi lapangan dengan rekap distribusi bantuan bencana gempa bumi yang mencantumkan waktu distribusi pada Senin, 24 Agustus 2026.

Dalam rekap tersebut tercatat sejumlah bantuan, di antaranya:

– Beras sebanyak 500 kilogram;

– Mie instan 60 dos;

– Minyak goreng 15 dos;

– Gamis 60 pcs;

– Baju koko 100 pcs;

– Sarung 50 pcs;

– Pampers 10 dos;

– Selimut 2 koli;

– Air mineral 20 dos;

– Serta sejumlah kebutuhan bayi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Masyarakat kemudian mempertanyakan bagaimana bantuan tersebut didistribusikan, berapa jumlah yang diterima masing-masing warga, serta siapa saja yang tercatat sebagai penerima.

Pertanyaan warga sederhana: jika bantuan dalam jumlah tersebut telah tercatat dalam rekap, bagaimana mekanisme penyalurannya hingga masih ada warga terdampak yang mengaku menerima bantuan dalam jumlah terbatas?

Warga Mengaku Baru Mendapat Bantuan

Salah seorang warga Desa Golo Lijun, Saimin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi penyaluran bantuan yang menurutnya belum dirasakan secara layak oleh masyarakat terdampak.

“Saya masyarakat Desa Gololijun mewakili masyarakat setempat merasakan kecewa terhadap bantuan logistik yang diberikan oleh Pemda Manggarai Timur melalui desa,” ujar Saimin.

Ia berharap pemerintah daerah melihat langsung kondisi warga yang terdampak gempa.

“Ini betul keresahan kami sehingga Pemda Manggarai Timur bisa melihat dan memperhatikan kami di Desa Gololijun yang betul-betul terdampak gempa. Dari tanggal 15 Agustus, baru hari ini Pemda Manggarai Timur datang membawa logistik kepada kami, dengan mie tiga bungkus dan malkist satu bungkus,” katanya.

Pernyataan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa, terutama terkait waktu penerimaan bantuan, mekanisme distribusi, jumlah bantuan yang telah disalurkan, serta data penerima.

Warga Minta Data Distribusi Dibuka

Masyarakat meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka mengenai distribusi bantuan agar tidak menimbulkan spekulasi maupun kesalahpahaman.

Setidaknya ada sejumlah hal yang dinilai penting untuk dijelaskan, antara lain total bantuan yang diterima Desa Golo Lijun, waktu penerimaan, jumlah yang telah disalurkan, serta daftar atau basis data penerima bantuan.

Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan apakah seluruh bantuan yang tercantum dalam rekap benar-benar telah diterima dan disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Klarifikasi tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak terdapat perbedaan antara administrasi distribusi dengan kondisi faktual di lapangan.

Bantuan Harus Tepat Sasaran

Kondisi bantuan yang terlihat terinjak saat proses pembagian juga menjadi perhatian warga.

Dalam situasi bencana, distribusi logistik idealnya dilakukan melalui mekanisme yang tertata, mulai dari pendataan korban, penerimaan bantuan, penyimpanan, hingga pembagian kepada masyarakat.

Bantuan yang dihimpun atas dasar kemanusiaan diharapkan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Jika seluruh bantuan telah disalurkan sesuai data, pemerintah dapat memberikan penjelasan dan data pendukung mengenai mekanisme distribusinya.

Sebaliknya, apabila ditemukan adanya perbedaan antara data administrasi dan kondisi faktual, pemerintah perlu melakukan evaluasi serta penelusuran untuk memastikan hak masyarakat terdampak terpenuhi.

Warga Menunggu Klarifikasi Pemerintah

Masyarakat Desa Golo Lijun kini berharap pemerintah daerah turun langsung melihat kondisi warga terdampak gempa dan memberikan penjelasan mengenai distribusi bantuan.

Warga tidak meminta perlakuan khusus. Mereka hanya ingin memastikan bantuan yang diperuntukkan bagi korban gempa benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak.

Karena itu, Pemda Manggarai Timur dan Pemerintah Desa Golo Lijun diharapkan dapat membuka data distribusi, mencocokkan data administrasi dengan kondisi di lapangan, serta memberikan klarifikasi terhadap keluhan masyarakat.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Pemda Manggarai Timur maupun Pemerintah Desa Golo Lijun terkait keluhan warga dan rincian distribusi bantuan tersebut.

Masyarakat pun masih menunggu penjelasan resmi pemerintah mengenai alur penerimaan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa di Desa Golo Lijun.

(Sugianto)