Cuaca Panas Picu ISPA dan Diare, RSUD Takalar Imbau Masyarakat Perkuat Pola Hidup Sehat

BLUD RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle Takalar Perkuat Pelayanan Prima, Dr. Ruslan: Pasien Harus Dilayani Cepat, Ramah dan Humanis
Dr. Ruslan Dorong Pelayanan Prima Jadi Budaya Kerja di RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle Takalar

TAKALAR, Klikbacanews.id — Cuaca panas dan kondisi lingkungan yang cenderung kering dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian jajaran kesehatan di Kabupaten Takalar. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare.

Direktur RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar, dr. Ruslan Ramli, mengatakan kondisi cuaca dapat memengaruhi kesehatan masyarakat. Berdasarkan laporan dari sejumlah puskesmas, ISPA menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak ditemukan dan dirujuk ke rumah sakit dalam beberapa waktu terakhir.

Hal tersebut disampaikan dr. Ruslan saat ditemui di ruang kerjanya di lantai 2 RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar.

Menurutnya, puskesmas memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan sekaligus melakukan pemantauan terhadap perkembangan penyakit di tengah masyarakat.

“Data tersebut berasal dari puskesmas yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan. Dari laporan yang masuk, salah satu penyakit yang paling banyak dirujuk ke rumah sakit dalam pekan ini adalah ISPA,” ujar dr. Ruslan.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca panas dan lingkungan yang kering dapat meningkatkan paparan debu maupun asap. Kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan pada saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

Selain ISPA, diare juga menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Menurut dr. Ruslan, penyakit tersebut erat kaitannya dengan kebersihan air dan makanan yang dikonsumsi masyarakat.

“Diare umumnya berkaitan dengan faktor kebersihan air dan makanan, sedangkan ISPA banyak dipicu oleh paparan debu dan asap yang meningkat saat kondisi lingkungan kering. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk tetap menggunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu atau terpapar asap,” jelasnya.

Data Kasus Jadi Perhatian

Data RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar selama Juli 2026 menunjukkan penyakit saluran pernapasan masih termasuk dalam daftar kasus rawat inap yang cukup menonjol.

Pneumonia tercatat sebanyak 37 kasus, sementara infeksi saluran pernapasan atas akut mencapai 15 kasus. Namun, diagnosis terbanyak pada layanan rawat inap adalah functional dyspepsia sebanyak 44 kasus, disusul gastroenteritis dan kolitis tidak spesifik sebanyak 43 kasus.

Selain itu, tercatat 27 kasus campak yang disertai komplikasi pneumonia.

Data tersebut menjadi bagian dari pemantauan layanan kesehatan di RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar sekaligus menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit.

Sementara pada layanan rawat jalan, diabetes dengan komplikasi sirkulasi perifer tercatat sebagai diagnosis terbanyak dengan 482 kasus.

Selanjutnya, necrosis of pulp atau kerusakan jaringan pulpa gigi sebanyak 285 kasus, gangguan psikotik tidak spesifik 277 kasus, gonarthrosis 235 kasus, serta stroke atau cerebral infarction sebanyak 228 kasus. Hipertensi juga masih menjadi salah satu penyakit yang banyak mendapatkan pelayanan dengan 211 kasus.

Masyarakat Diimbau Jaga Kesehatan

Di tengah kondisi cuaca yang panas, dr. Ruslan mengajak masyarakat Takalar untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan lingkungan, memastikan air yang dikonsumsi tetap bersih dan aman, serta memperhatikan kebersihan makanan sebelum dikonsumsi.

Bagi warga yang beraktivitas di lingkungan berdebu atau terpapar asap, penggunaan masker juga dianjurkan sebagai salah satu langkah sederhana untuk membantu mengurangi paparan terhadap saluran pernapasan.

“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, serta memperhatikan makanan dan air yang dikonsumsi,” imbaunya.

RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Takalar bersama jajaran puskesmas terus mendorong masyarakat agar lebih aktif melakukan pencegahan. Edukasi kesehatan dan pemantauan kasus menjadi bagian penting untuk menjaga masyarakat tetap sehat di tengah perubahan kondisi cuaca.

Dengan kewaspadaan bersama, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta pemeriksaan lebih dini ketika mengalami keluhan kesehatan, masyarakat diharapkan dapat menghadapi musim panas dengan lebih aman dan tetap produktif.

(Arsyadleo)