BRI Memaknai Kemerdekaan dari Pelosok Toraja Utara, Kisah Mantri Perempuan yang Menggerakkan Ekonomi Warga

TORAJA UTARA,Klikbacanews.id — Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan dan pengibaran bendera Merah Putih. Bagi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, makna kemerdekaan juga diwujudkan dengan memastikan masyarakat di pelosok negeri tetap memiliki akses terhadap layanan keuangan.

Semangat itu terasa hingga wilayah pegunungan Kabupaten Toraja Utara. Di tengah medan yang menantang, seorang mantri BRI perempuan, Elce Putri Bontong, setiap hari menjalankan tugasnya menyambangi nasabah di daerah terpencil.

Jarak sekitar 35 kilometer dari kantor unit bukan menjadi penghalang. Jalan pegunungan dengan medan terjal justru menjadi bagian dari perjalanan Elce dalam memberikan pelayanan perbankan kepada masyarakat Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala.

Bagi Elce, perjalanan tersebut bukan sekadar menjalankan pekerjaan. Ada misi yang lebih besar, yakni membantu masyarakat memperoleh akses pembiayaan dan layanan keuangan untuk mengembangkan usaha.

Sebagian besar nasabah yang ditemuinya merupakan petani dan peternak. Mereka memanfaatkan layanan BRI, antara lain untuk tabungan maupun tambahan modal usaha.

“Kalau nasabah di desa kebanyakan itu petani dan peternak, seperti peternak babi dan kerbau. Layanan keuangan yang saya berikan biasanya pinjaman dan tabungan. Kalau pinjaman biasanya digunakan untuk menambah modal, misalnya beli indukan, penggemukan, pokoknya untuk mengembangkan usahanya,” jelas Elce.

Dari Satu Ternak Menjadi Puluhan, Bahkan Ratusan

Ada satu hal yang membuat Elce merasa pekerjaannya memiliki arti lebih dari sekadar rutinitas.

Ia bisa melihat langsung bagaimana pembiayaan yang diterima nasabah perlahan mengubah kehidupan ekonomi mereka.

Menurut Elce, kebanggaan terbesar muncul ketika melihat usaha nasabah tumbuh setelah mendapatkan dukungan modal dari BRI.

“Tentunya saya merasa bangga. Kalau awalnya melihat nasabah yang mungkin baru punya ternak satu-dua, lalu setahun kemudian ketemu saya lagi dan ternaknya sudah jadi 100 setelah mendapatkan pinjaman modal dari BRI, saya merasa ikut senang karena bisa membantu mereka,” tuturnya.

“Meskipun itu bukan uang saya, tapi ada rasa bahagia tersendiri bisa membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. Itu yang bikin saya bangga,” lanjut Elce.

Kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana layanan perbankan dapat hadir lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, bahkan di wilayah yang aksesnya tidak mudah.

BRI Hadir hingga Pelosok Negeri

Komitmen memperluas akses layanan keuangan tersebut menjadi bagian dari upaya BRI dalam memaknai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Direktur Operations BRI Hakim Putratama mengatakan, perluasan akses layanan keuangan merupakan bagian dari komitmen BRI untuk mendukung kelancaran aktivitas transaksi masyarakat di berbagai wilayah.

“BRI terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi BRI dan Danantara dalam mendorong transformasi layanan yang semakin berorientasi pada masyarakat,” ujar Hakim.

Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja pendampingan Danantara di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Dalam kesempatan tersebut, Hakim juga hadir dalam ramah-tamah bersama para mantri BRI, termasuk Elce Putri Bontong, Mantri BRI Unit Bolu, Branch Office Rantepao, serta Chief Marketing Officer Danantara, Dendi T. Danianto.

Hakim menjelaskan, salah satu langkah yang terus diperkuat BRI adalah program CX100 yang berfokus pada peningkatan customer experience melalui kualitas pelayanan yang semakin dekat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, peran mantri BRI di lapangan tidak hanya sebatas menyalurkan pembiayaan. Mereka juga dituntut memahami karakter usaha, potensi wilayah, serta kebutuhan finansial nasabah.

Dengan pendekatan tersebut, mantri dapat berperan sebagai financial advisor yang mendampingi nasabah sejak tahap awal usaha hingga berkembang.

Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi dari Pelosok

Kisah Elce juga menjadi potret bagaimana perempuan mengambil peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Dengan ketangguhan dan dedikasinya, Elce menunjukkan bahwa keterbatasan akses dan kondisi geografis bukan alasan untuk berhenti memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“BRI selalu menanamkan nilai-nilai budaya kerja yang positif bagi seluruh pekerja sehingga tercipta komitmen dan dedikasi yang ditunjukkan para mantri di lapangan,” tegas Hakim.

Ia menilai, kisah Elce menjadi bukti nyata kontribusi perempuan dalam mendorong perekonomian masyarakat.

“Kisah Elce juga menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Dari pelosok Toraja Utara, kisah Elce akhirnya menjadi gambaran sederhana tentang makna kemerdekaan: ketika masyarakat di daerah terpencil tetap mendapatkan kesempatan untuk mengakses layanan keuangan, mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan, dan berdiri lebih mandiri secara ekonomi.

Karena bagi BRI, memaknai kemerdekaan bukan hanya hadir di pusat kota, tetapi memastikan manfaat pembangunan dan layanan keuangan dapat dirasakan hingga pelosok negeri.

(Arsyadleo)