LATUNG BARAT, RIUNG, NGADA, NTT, Klikbaca news.id – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Latung Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menjadi perhatian masyarakat. Empat calon kepala desa resmi dipastikan akan bersaing memperebutkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Latung Barat.
Keempat calon tersebut adalah Bahrudin Tulung, Yeremias Senang Sear, Florianus Loma, dan Hendrikus Supardi. Masing-masing memiliki kesempatan yang sama untuk menawarkan gagasan, visi, misi, serta komitmen dalam membangun desa ke arah yang lebih baik.
Pilkades menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan masa depan desa melalui proses demokrasi. Sebab, pemimpin yang terpilih nantinya akan memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Di tengah persaingan tersebut, ada satu pesan penting yang harus tetap dijaga oleh seluruh masyarakat: jangan sampai ambisi merebut kursi kepemimpinan justru mengorbankan persaudaraan.
Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah pesta demokrasi. Namun, perbedaan dukungan jangan sampai berkembang menjadi perselisihan, permusuhan, bahkan merusak hubungan kekeluargaan yang selama ini telah terjalin erat di tengah masyarakat.
Sebab, kontestasi politik memiliki batas waktu, sementara hubungan persaudaraan dan kekeluargaan harus tetap terjaga sepanjang masa.
Masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilih secara bebas, rasional, dan bertanggung jawab. Pilihan hendaknya ditentukan berdasarkan hati nurani, dengan mempertimbangkan visi, misi, gagasan, serta kemampuan masing-masing calon dalam menjawab kebutuhan dan persoalan desa.
Tidak boleh ada tekanan, intimidasi, maupun tindakan yang dapat mencederai nilai-nilai demokrasi. Seluruh pendukung juga diharapkan mampu menjaga sikap, menghormati perbedaan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
SIAPA PUN TERPILIH, HARUS MENJADI PEMIMPIN SELURUH MASYARAKAT.
Hal penting lainnya adalah memahami bahwa kepala desa terpilih bukan hanya milik kelompok atau pendukungnya. Setelah mendapatkan mandat masyarakat, ia harus mampu merangkul seluruh elemen warga tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.
Kemenangan dalam Pilkades hendaknya dimaknai sebagai kemenangan bersama masyarakat Desa Latung Barat. Sementara calon yang belum mendapatkan kepercayaan masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan memberikan kontribusi bagi kemajuan desa.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu mengambil peran dalam menciptakan suasana Pilkades yang aman, damai, dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi, hindari saling menjatuhkan, serta kedepankan komunikasi dan sikap saling menghargai.
DEMOKRASI HARUS MELAHIRKAN PEMIMPIN, BUKAN PERMUSUHAN.
Pilkades Latung Barat seharusnya menjadi ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan baru, kepemimpinan yang bertanggung jawab, serta komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju, adil, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Jangan biarkan perbedaan dukungan membuat tetangga menjadi lawan, sahabat menjadi musuh, bahkan keluarga saling menjauh hanya karena persoalan pilihan dalam Pilkades.
Empat calon boleh berbeda visi, misi, dan strategi. Masyarakat pun memiliki hak untuk menentukan pilihannya masing-masing. Namun, semuanya tetap memiliki satu identitas dan ikatan yang sama, yakni keluarga besar masyarakat Desa Latung Barat.
Pada akhirnya, siapa pun yang terpilih, pembangunan desa tetap menjadi tanggung jawab bersama. Persatuan masyarakat merupakan modal penting untuk mewujudkan Latung Barat yang lebih baik.
Berbeda pilihan bukan berarti bermusuhan. Berbeda dukungan bukan berarti kehilangan persaudaraan.
Mari sukseskan Pilkades Latung Barat dengan menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, kedamaian, dan nilai-nilai demokrasi.
LATUNG BARAT DAMAI! DEMOKRASI BERMARTABAT! PERSAUDARAAN TETAP KUAT!
(Sugianto)













