Koalisi Aktivis Bersatu Akan Gelar Aksi Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Dua Bocah Meninggal di Proyek Sekolah Rakyat Takalar

Koalisi Aktivis Bersatu Akan Gelar Aksi Desak Pengusutan Tuntas Tragedi Dua Bocah Meninggal di Proyek Sekolah Rakyat Takalar

Tragedi meninggalnya dua bocah di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar terus memantik reaksi publik. Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Bersatu bahkan berencana turun ke jalan untuk mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan kelalaian yang diduga menjadi penyebab hilangnya dua nyawa anak tersebut.

Klikbacanews.id – Tragedi meninggalnya dua bocah di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, terus menuai perhatian publik.

Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Bersatu berencana menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya dua nyawa anak tersebut.

Sugianto selaku Jenderal  lapangan mengatakan ” Koalisi Aktivis Bersatu yang terdiri dari sejumlah organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi yang terjadi di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.

Mereka menilai peristiwa meninggalnya dua bocah di dalam area proyek tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan biasa, melainkan harus diusut secara menyeluruh untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pengelolaan dan pengawasan proyek. ujarnya 01/06/2026

Melalui aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026 pukul 13.00 WITA, massa aksi diperkirakan mencapai sekitar 100 orang. Mereka akan mendatangi beberapa titik, yakni Polda Sulawesi Selatan, Polres Takalar, dan Kantor Bupati Takalar.

Dalam tuntutannya, Koalisi Aktivis Bersatu meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan dan dugaan kelalaian yang terjadi di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Selain itu, mereka juga mendesak agar proses hukum ditegakkan secara tegas terhadap pihak yang terbukti lalai.

Tak hanya itu, para aktivis juga meminta adanya evaluasi dan perbaikan standar keselamatan kerja pada seluruh proyek pembangunan Sekolah Rakyat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Koalisi Aktivis Bersatu menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di sekitar lokasi proyek, harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan pembangunan. Mereka menilai proyek yang berada di tengah lingkungan permukiman wajib memiliki sistem pengamanan dan mitigasi risiko yang memadai. Tegas sugiato

Melalui aksi tersebut, para aktivis membawa pesan moral yang kuat bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan manusia.

“Nyawa anak bukan tumbal pembangunan. Usut tuntas, tegakkan keadilan!” menjadi seruan utama yang akan dikumandangkan dalam aksi tersebut.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Takalar masih melakukan penyelidikan terkait kematian dua bocah yang ditemukan meninggal di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Pa’rappunganta. Publik berharap proses hukum berjalan transparan dan mampu mengungkap seluruh fakta yang melatarbelakangi tragedi tersebut.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *