SINJAI,Klikbacanews.id– Semangat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menggema di sejumlah sekolah di Kabupaten Sinjai. Momentum tersebut dimanfaatkan Dinas Pendidikan Sinjai untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah bagi anak.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, didampingi Koordinator Pengawas Mappaompo, turun langsung memantau rangkaian peringatan HAN 2026 di UPTD SMP Negeri 5 Sinjai dan UPTD SD Negeri 103 Bontompare, Jumat (24/7/2026).
Kehadiran Kadisdik Sinjai tidak sekadar menjadi bagian dari seremoni. Kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa setiap anak berhak mendapatkan ruang belajar yang aman, nyaman, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk tumbuh, berkembang, berkarya, dan meraih prestasi.
Peringatan HAN 2026 di kedua sekolah berlangsung meriah dan penuh semangat. Beragam kegiatan digelar, mulai dari upacara bendera, pertunjukan seni hingga berbagai lomba olahraga yang melibatkan warga sekolah.
Suasana ceria dan penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para siswa tidak hanya mengikuti rangkaian acara dengan antusias, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan potensi yang dimiliki.
Irwan Suaib menegaskan, momentum Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk masa depan generasi bangsa.
«“Hari Anak Nasional ini harus menjadi pengingat bagi kita semua. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang harus aman, ramah anak, dan bebas dari perundungan,” tegas Irwan Suaib.»
Menurutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai terus mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif dan memberikan ruang yang luas bagi setiap anak.
Anak-anak, kata dia, harus diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, mengembangkan kreativitas, berkarya, serta mengejar cita-cita tanpa rasa takut.
Namun, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat.
«“Ini membutuhkan kolaborasi. Guru, orang tua, dan masyarakat harus satu barisan. Karena anak-anak hebat hanya bisa lahir dari lingkungan yang sehat dan menyenangkan,” tambahnya.»
Melalui peringatan HAN 2026, Dinas Pendidikan Sinjai kembali menegaskan pentingnya semangat melindungi, menghargai, dan memberdayakan anak.
Harapannya, setiap sekolah di Kabupaten Sinjai benar-benar dapat menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, bermimpi, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi.
Sebab, sekolah yang ramah anak bukan hanya membangun ruang belajar yang nyaman, tetapi juga menyiapkan generasi masa depan yang percaya diri, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
(Sugianto)













