TAKALAR,Klikbacanews.id — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Warga mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, khususnya Pertalite yang merupakan salah satu BBM bersubsidi.
Kondisi tersebut dikeluhkan terjadi di sejumlah SPBU di Takalar, di antaranya SPBU Panaikang, SPBU Kalabirang, dan SPBU Kalampa. Antrean kendaraan disebut terjadi berulang kali, sehingga masyarakat harus rela menunggu cukup lama sebelum mendapatkan giliran mengisi BBM.
Bagi warga yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja dan mencari nafkah, kondisi tersebut tentu menjadi beban tersendiri. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja justru tersita karena harus mengantre di SPBU.
“Setiap hari harus antre. Kadang sudah datang pagi, masih harus menunggu berjam-jam,” keluh salah seorang warga. Senin 10 Agustus 2026
Keluhan masyarakat bukan hanya mengenai sulitnya mendapatkan Pertalite, tetapi juga lamanya waktu yang harus dihabiskan di tengah antrean.
Di SPBU Panaikang, Kalabirang hingga Kalampa, warga berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian karena BBM menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bagi pedagang, pekerja, pelaku UMKM, petani hingga masyarakat pengguna kendaraan pribadi, ketersediaan BBM sangat menentukan kelancaran aktivitas mereka.
Bukan hanya persoalan harga, kini masyarakat juga harus menghadapi persoalan ketersediaan BBM dan panjangnya antrean.
Warga berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat memastikan pasokan BBM, khususnya BBM bersubsidi, tersedia secara cukup dan distribusinya berjalan lancar hingga ke masyarakat.
Di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, masyarakat berharap persoalan kelangkaan BBM di daerah tidak terus berulang. Mereka meminta adanya langkah konkret untuk mengatasi antrean panjang dan memastikan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi.
“Kalau setiap hari harus antre berjam-jam, tentu sangat mengganggu aktivitas. Kami berharap ada solusi supaya BBM tidak sulit didapat,” ujar warga lainnya.
Masyarakat juga berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab terjadinya antrean panjang tersebut, apakah berkaitan dengan pasokan, distribusi, maupun faktor lainnya.
Sebab, bagi masyarakat Takalar, mendapatkan BBM merupakan kebutuhan sehari-hari. Mereka berharap tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Kini warga menunggu langkah konkret pemerintah dan pihak terkait agar antrean panjang di sejumlah SPBU Takalar, termasuk Panaikang, Kalabirang dan Kalampa, dapat segera terurai.
(Arsyadleo)













