TAKALAR,Klikbacanews.id – Pembangunan Sekolah Rakyat di Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, kini memasuki tahap akhir.
Proyek strategis nasional dengan nilai kontrak mencapai Rp229.455.100.220,89 itu ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026 dan siap menjadi pusat pendidikan terpadu berasrama bagi peserta didik mulai jenjang SD hingga SMA.
Pantauan di lokasi proyek, Senin (6/7/2026), aktivitas pembangunan masih berlangsung di sejumlah titik. Puluhan pekerja terlihat tetap bekerja menyelesaikan berbagai pekerjaan konstruksi, sementara sebagian lainnya memanfaatkan waktu istirahat siang di kantin yang berada di dekat kantor manajemen proyek PT Nindya Karya.
Di kawasan proyek terdapat dua akses utama yang memiliki fungsi berbeda. Pintu sisi barat digunakan sebagai jalur keluar masuk kendaraan proyek dan pengangkut material bangunan, sedangkan pintu sisi timur menjadi akses bagi pekerja dan staf manajemen proyek.
Pada saat bersamaan, sekitar lima guru dari SRMP 31 Takalar juga tampak mengunjungi lokasi untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat yang nantinya akan menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar.
Di dalam area proyek, sejumlah alat berat masih beroperasi guna mempercepat penyelesaian pekerjaan. Di bagian belakang gerbang proyek juga terlihat dua kubangan bekas galian yang masih menjadi bagian dari proses konstruksi.
Sementara di bagian tengah kawasan, beberapa ekskavator dan truk pengangkut material tampak terparkir usai digunakan. Dari titik tersebut terlihat bangunan utama Sekolah Rakyat telah berdiri kokoh dan kini memasuki tahap finishing.
Papan informasi proyek yang terpasang di dekat pos keamanan menjelaskan bahwa pembangunan berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Pekerjaan tersebut merupakan Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan 2 yang berlokasi di Kabupaten Takalar.
Proyek dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) KSO PT Bumi Perkasa Sidenreng berdasarkan kontrak Nomor PB.02.01-Gs3/SP/484 tertanggal 17 November 2025. Nilai kontrak pembangunan khusus untuk Kabupaten Takalar mencapai Rp229,45 miliar, dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender yang dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2025–2026.
Berdasarkan site plan, kawasan Sekolah Rakyat akan dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari gedung SD, SMP, dan SMA, asrama siswa serta guru, masjid, gedung serbaguna, kantin, lapangan olahraga, instalasi pengolahan air bersih hingga fasilitas pengelolaan limbah.
Seorang sumber internal PT Nindya Karya yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 85 persen.
“Kalau dari sisi kami, progresnya sudah sekitar 85 persen,” ujarnya.
Menurutnya, bangunan utama sekolah, asrama siswa, tempat ibadah, dan sejumlah fasilitas olahraga telah selesai dikerjakan. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian halaman, jalan kompleks, serta pekerjaan akhir lainnya.
“Yang sudah jadi itu gedung belajar sekolah, asrama siswa, dan beberapa fasilitas seperti ibadah serta sarana olahraga. Sisanya tinggal finishing halaman dan jalan kompleks yang belum rampung,” katanya.
Ia juga mengakui selama pelaksanaan proyek terdapat sejumlah pekerjaan tambahan yang harus diselesaikan meski tidak tercantum dalam perencanaan awal.
“Pembabatan dan pemerataan lahan misalnya, itu tidak masuk dalam juknis. Kami mendapat banyak pekerjaan tambahan, sementara waktu pelaksanaan tidak bertambah,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya optimistis target penyelesaian proyek tetap dapat dicapai sesuai jadwal.
“Insya Allah akhir bulan ini jalan beton yang mengelilingi kompleks sudah rampung,” tegasnya.
Apabila selesai sesuai target, Sekolah Rakyat Takalar diharapkan segera difungsikan sebagai pusat pendidikan terpadu dengan konsep berasrama yang mampu memberikan akses pendidikan berkualitas bagi peserta didik dari berbagai wilayah, sekaligus menjadi salah satu ikon baru pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Takalar.
(Arsyadleo)













