TAKALAR, Klikbacanews.id — Di tengah kondisi antrean dan keterbatasan pasokan BBM yang masih dirasakan masyarakat, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Takalar, Syafaruddin, S.Sos., memilih cara sederhana dan ramah lingkungan untuk beraktivitas, yakni berangkat ke kantor menggunakan sepeda.
Syafaruddin mengayuh sepeda dari rumah menuju Kantor DLHP Takalar yang berjarak kurang lebih 2 kilometer. Perjalanan tersebut ditempuh sekitar 10 menit hingga tiba di kantor.
Bagi Syafaruddin, bersepeda bukan hanya menjadi cara untuk menghindari kemacetan dan antrean BBM, tetapi juga merupakan bagian dari kebiasaan hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Kalau jarak rumah tidak terlalu jauh dari kantor, kenapa tidak menggunakan sepeda? Selain sehat, kita juga dapat mengurangi penggunaan BBM dan membantu mengurangi polusi,” ujarnya.
Ia pun mengajak rekan-rekan kerja maupun masyarakat yang memiliki jarak rumah relatif dekat dengan tempat kerja untuk mempertimbangkan menggunakan sepeda atau berjalan kaki.
Menurutnya, langkah kecil seperti bersepeda, jika dilakukan secara bersama-sama, dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Bersepeda Sekaligus Edukasi Kebersihan
Tak berhenti sampai di kantor, Syafaruddin juga memanfaatkan aktivitas bersepedanya untuk mengunjungi SPBU Kalabirang.
Di lokasi tersebut, ia memberikan edukasi kepada pihak SPBU dan masyarakat yang berada di sekitar area SPBU agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Ia juga menyampaikan kepada pengelola SPBU agar menyediakan kantong atau tempat sampah di sejumlah titik yang mudah dijangkau masyarakat.
Menurutnya, keberadaan tempat sampah yang mudah ditemukan akan membantu masyarakat membuang sampah pada tempatnya sekaligus menjaga lingkungan SPBU tetap bersih dan nyaman.
“Jangan hanya memperhatikan pelayanan BBM, kebersihan lingkungan juga harus menjadi perhatian bersama. Kalau tempat sampah tersedia dan masyarakat memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, tentu lingkungan akan lebih bersih,” katanya.
Syafaruddin menilai, SPBU merupakan salah satu lokasi yang cukup ramai dikunjungi masyarakat. Karena itu, kebersihan di kawasan tersebut perlu mendapat perhatian bersama, baik dari pengelola maupun pengguna layanan.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Apa yang dilakukan Syafaruddin menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Mengayuh sepeda sejauh dua kilometer, mengurangi penggunaan BBM, menghindari kemacetan, sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan merupakan rangkaian sederhana yang memiliki pesan kuat.
Ia berharap kebiasaan tersebut dapat menular kepada masyarakat, khususnya mereka yang memiliki jarak rumah dan tempat kerja yang tidak terlalu jauh.
“Ini bukan soal siapa yang paling hebat atau paling ramah lingkungan. Kita hanya mencoba memulai dari diri sendiri. Kalau bisa bersepeda, mari bersepeda. Kalau bisa menjaga kebersihan, mari kita mulai dari lingkungan sekitar kita,” ujarnya.
Ajakan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan lingkungan Takalar yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan BBM dan menjaga fasilitas umum.
Dengan langkah sederhana tersebut, Syafaruddin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
(Arsyadleo)













