News  

Masuk 130 Tokoh BPD Terpilih se-Indonesia, Amiruddin Sidja Wakili Gowa di Retreat Nasional

Masuk 130 Tokoh BPD Terpilih se-Indonesia, Amiruddin Sidja Wakili Gowa di Retreat Nasional
Amiruddin Sidja, Ketua BPD Desa Salajo Kabupaten Gowa, terpilih mengikuti Retreat Nasional BPD bersama 130 perwakilan dari seluruh Indonesia di Purwakarta.

PURWAKARTA,Klikbacanews.id Nama Kabupaten Gowa kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Salajo, Kecamatan Bontonompo Selatan, Amiruddin Sidja, dipercaya menjadi salah satu dari 130 anggota BPD terpilih dari seluruh Indonesia yang mengikuti Retreat Nasional BPD di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada 11–12 Juli 2026.

Forum bergengsi tersebut mempertemukan perwakilan BPD dari berbagai provinsi untuk mengikuti pembinaan karakter, kepemimpinan, serta penguatan wawasan kebangsaan dalam rangka meningkatkan kapasitas lembaga BPD sebagai mitra strategis pemerintah desa.

Selama dua hari, seluruh peserta menjalani rangkaian kegiatan dengan mengenakan seragam loreng Komponen Cadangan (Komcad), mengikuti materi Kebangsaan dan Bela Negara, Leadership Camp, serta Team Building yang dirancang untuk membentuk karakter pemimpin desa yang tangguh, disiplin, dan berintegritas.

Keikutsertaan Amiruddin Sidja bukan tanpa alasan. Selain memimpin BPD Desa Salajo, ia juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Provinsi Sulawesi Selatan serta Ketua Majelis Desa Bersatu Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga kiprahnya dalam memperjuangkan penguatan kelembagaan desa telah dikenal luas.

Bagi Amiruddin, kepercayaan mengikuti retreat nasional merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah untuk membawa aspirasi masyarakat desa, khususnya dari Sulawesi Selatan, ke forum nasional.

“Retreat ini menjadi wadah yang sangat penting untuk membentuk karakter kepemimpinan anggota BPD. Kami memperoleh bekal tentang disiplin, nasionalisme, kerja sama, hingga strategi menghadapi berbagai tantangan di pemerintahan desa,” ujarnya.

Menurut Amiruddin, BPD memiliki peran yang sangat strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan desa.

“BPD bukan sekadar pelengkap pemerintahan desa, tetapi mitra strategis sekaligus lembaga pengawas pembangunan. Mental kami ditempa agar mampu menjalankan amanah dengan tegas, disiplin, profesional, namun tetap humanis,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas hingga tingkat provinsi agar semakin banyak anggota BPD memperoleh pembinaan kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.

Tak hanya itu, Amiruddin menilai Retreat Nasional menjadi momentum memperkuat jejaring antarlembaga BPD dari seluruh Indonesia untuk menyusun rekomendasi strategis terkait penguatan regulasi BPD, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesejahteraan anggota, hingga sinkronisasi program pembangunan desa.

Kehadiran Amiruddin Sidja di forum nasional sekaligus menjadi bukti bahwa tokoh-tokoh desa dari Sulawesi Selatan mampu tampil di panggung nasional dan mengambil peran dalam mendorong lahirnya tata kelola pemerintahan desa yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Pengalaman yang diperoleh selama retreat diharapkan menjadi bekal untuk memperkuat fungsi BPD di daerah, sekaligus menginspirasi anggota BPD lainnya agar terus meningkatkan kompetensi demi mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

(Arsyadleo)