TAKALAR, Klikbacanews.id –Menjelang penghujung Oktober 2026, berbagai program pembangunan di Kabupaten Takalar terus bergerak dan menunjukkan perkembangan di sejumlah sektor.
Di bawah kepemimpinan Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, pemerintah daerah mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi, dan pengembangan potensi daerah.
Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun Takalar secara bertahap dan menyentuh berbagai kebutuhan masyarakat.
Mulai dari pembangunan jaringan irigasi untuk mendukung sektor pertanian, pembangunan kantor kecamatan, Kampung Nelayan Merah Putih, Sekolah Rakyat, pengembangan UMKM, hingga pembenahan birokrasi dan upaya membuka peluang investasi.
Infrastruktur Pertanian dan Pemerintahan Terus Didorong
Di sektor pertanian, pembangunan jaringan irigasi tersier dan irigasi perpompaan (Irpon) menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
Pembangunan infrastruktur pengairan tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian, menjaga keberlangsungan musim tanam, serta meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Takalar.
Selain pertanian, pembangunan infrastruktur pemerintahan juga mulai terlihat. Saat ini, tiga kantor kecamatan tengah dalam proses pengerjaan, masing-masing Kantor Camat Laikang, Kantor Camat Kepulauan Tanakeke, dan Kantor Camat Polongbangkeng Timur (Poltim).
Pembangunan tersebut diharapkan menghadirkan fasilitas pemerintahan yang lebih representatif sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan.
Dengan fasilitas perkantoran yang lebih memadai, pelayanan administrasi dan koordinasi pemerintahan di tingkat kecamatan diharapkan semakin optimal.
Bupati Daeng Manye mendorong perbaikan beberapa Kantor Lurah di kabupaten Takalar yang saat ini dalam proses Pekerjaan.
Kampung Nelayan Merah Putih, Perhatian terhadap Masyarakat Pesisir
Di sektor kelautan dan perikanan, Kabupaten Takalar juga mendapatkan perhatian melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang tersebar di empat desa, yakni Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, Desa Boddia, Desa Bontokanang, dan Desa Sampulungan dan saat ini dalam Proses Pembangunan.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pengembangan kawasan pesisir melalui peningkatan sarana dan prasarana, penataan kawasan permukiman nelayan, serta penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai daerah yang memiliki potensi kelautan dan perikanan, pengembangan kawasan nelayan diharapkan dapat memberikan ruang bagi peningkatan produktivitas, memperkuat perekonomian keluarga nelayan, dan membuka peluang usaha baru di kawasan pesisir.
Sekolah Rakyat, Membuka Kesempatan Pendidikan bagi Anak Takalar
Di bidang pendidikan, salah satu program yang menjadi perhatian adalah hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Takalar.
Program nasional tersebut menjadi salah satu peluang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Bupati Daeng Manye turut melakukan koordinasi dan upaya ke pemerintah pusat agar Takalar mendapatkan kesempatan menghadirkan program pendidikan tersebut.
Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Juli 2026 dengan 330 siswa.
Kehadiran sekolah berasrama ini diharapkan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan pembinaan yang lebih baik, sekaligus menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program tersebut juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda Takalar.
UMKM Takalar Mulai Menjangkau Pasar Lebih Luas
Tidak hanya sektor infrastruktur dan pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan gerai produk unggulan dan oleh-oleh khas Takalar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.
Gerai tersebut diresmikan pada 5 Oktober 2026 sebagai ruang promosi sekaligus pemasaran produk lokal Takalar kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Kehadiran gerai UMKM di bandara menjadi langkah untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan produk daerah melalui hasil kreativitas para pelaku usaha lokal.
Berbagai produk olahan khas Takalar mendapatkan kesempatan untuk dipasarkan di salah satu pintu mobilitas masyarakat dan wisatawan di Sulawesi Selatan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan pemasaran, tetapi juga menjadikan produk UMKM sebagai salah satu identitas daerah yang dikenal lebih luas.
Dengan semakin terbukanya akses pasar, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Rumah Layak Huni dan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat
Pada aspek kesejahteraan sosial, Bupati Daeng Manye juga mendorong penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
Program tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang masih membutuhkan tempat tinggal yang aman dan layak.
Salah satu bentuk perhatian tersebut terlihat melalui dukungan terhadap program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) yang bersinergi dengan BAZNAS Kabupaten Takalar.
Di bidang kesehatan, pemerintah daerah juga terus memberikan perhatian terhadap akses pelayanan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk warga yang masuk kategori miskin ekstrem dan kelompok rentan.
Dukungan anggaran pelayanan kesehatan menjadi salah satu instrumen agar masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan tanpa terkendala kondisi ekonomi.
Safari Jumat, Ruang Silaturahmi dan Menyerap Aspirasi Warga
Pembangunan daerah tidak hanya dilakukan melalui proyek fisik, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan Bupati Daeng Manye melalui kegiatan Safari Jumat.
Melalui kegiatan ini, Bupati bersama jajaran pemerintah daerah dapat bertemu langsung dengan masyarakat, menjaga tali silaturahmi, mendengarkan keluhan, serta menyerap berbagai masukan dari warga.
Safari Jumat menjadi ruang komunikasi untuk mengetahui secara langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Takalar.
Aspirasi yang disampaikan masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan dan menyusun program pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga.
Pesantren dan Generasi Santri Mendapat Perhatian
Perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia juga diwujudkan melalui hubungan dan silaturahmi yang terus dijaga dengan para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Takalar.
Bupati Daeng Manye mendorong terbangunnya komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan keagamaan.
Salah satu wujud perhatian tersebut adalah gagasan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar yang digelar pada 22–24 Oktober 2026 dalam rangkaian Hari Santri Nasional.
Festival tersebut menjadi ruang bagi para santri dan santriwati untuk menampilkan kreativitas, kemampuan seni, potensi pesantren, serta berbagai karya yang dimiliki.
Melalui kegiatan tersebut, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan daerah.
Dukungan terhadap kreativitas, potensi, dan kemandirian santri diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, memiliki pengetahuan agama, serta siap mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Menjemput Investasi dan Mengembangkan Potensi Wisata
Di sektor ekonomi, Bupati Daeng Manye juga terus berupaya membuka peluang investasi untuk Kabupaten Takalar.
Langkah menjemput investor menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan.
Investasi diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan sektor usaha, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Selain itu, potensi alam Takalar juga menjadi peluang yang terus didorong untuk dikembangkan, khususnya sektor pariwisata.
Sejumlah kawasan yang memiliki daya tarik alam berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
Pengembangan pariwisata tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.
Dengan demikian, potensi wisata tidak hanya menjadi daya tarik daerah, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Takalar Cepat dan Pelayanan 5S, Perkuat Pembenahan Birokrasi
Di balik berbagai program pembangunan, penguatan birokrasi menjadi salah satu aspek penting yang terus didorong Bupati Daeng Manye.
Pembenahan tata kelola pemerintahan, peningkatan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), serta penguatan budaya kerja menjadi perhatian dalam upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.
Semangat tersebut diperkuat melalui gerakan Takalar Cepat, dengan prinsip Cepat Berpikir, Cepat Bertindak, dan Cepat Hasilnya.
Selain itu, Bupati Daeng Manye juga mencanangkan budaya pelayanan 5S, yakni Salam, Senyum, Sapa, Santun, dan Solusi.
Pencanangan yang berlangsung pada 12 Oktober 2026 tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan para camat se-Kabupaten Takalar.
Melalui penerapan 5S, seluruh aparatur diharapkan mampu membangun budaya pelayanan yang lebih ramah, humanis, santun, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.
Pembenahan birokrasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung seluruh agenda pembangunan. Sebab, pembangunan yang berjalan baik membutuhkan aparatur yang disiplin, responsif, dan mampu memberikan pelayanan secara profesional.
Pembangunan Bergerak, Harapan Masyarakat Terus Didorong
Menjelang penghujung Oktober 2026, berbagai program tersebut menjadi catatan perkembangan pembangunan Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati Daeng Manye.
Pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pertanian dan perikanan, hadirnya Sekolah Rakyat, perluasan pemasaran UMKM, perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat, pengembangan pesantren, hingga pembenahan birokrasi memperlihatkan luasnya sektor yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Tentu, setiap program masih membutuhkan pengawalan, penyelesaian pekerjaan, serta evaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Ke depan, tantangan pemerintah daerah adalah memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan memberikan dampak berkelanjutan.
Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dikerjakan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat, semakin mudahnya akses pelayanan, terbukanya peluang ekonomi, serta meningkatnya kualitas hidup warga.
Dengan berbagai langkah yang terus didorong tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar berupaya membangun daerah secara bertahap melalui kolaborasi, pemerataan pembangunan, dan penguatan pelayanan kepada masyarakat.
Takalar terus bergerak. Infrastruktur dibangun, ekonomi masyarakat diperkuat, pelayanan dibenahi, dan potensi daerah terus dikembangkan untuk mendorong masa depan Takalar yang lebih baik.
“Takalar bergerak, pembangunan terus didorong, dan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu tujuan yang ingin diwujudkan”
(Arsyadleo)













