Bukan Sekadar Keluar Daerah, Daeng Manye Menjemput Harapan untuk Takalar: Dari Investor, KNMP hingga PLTS 100 MW

TAKALAR, Klikbacanews.id – Perjalanan seorang kepala daerah ke luar wilayah tidak selalu sekadar menjalankan agenda pemerintahan. Di balik pertemuan dan kunjungan kerja, ada peluang yang bisa dijajaki, investasi yang bisa diperjuangkan, hingga program pembangunan yang diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat.

Hal itulah yang tergambar dari sejumlah langkah Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, dalam mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Mulai dari menjajaki peluang investasi, mengawal pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang saat ini dalam Proses Pembangunan di Kabupaten Takalar. Kini Bupati Daeng Manye  membahas rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 megawatt (MW) bersama jajaran PLN Pusat di Jakarta.

Bagi Daeng Manye, membangun daerah tidak cukup hanya mengandalkan potensi yang ada di dalam wilayah. Diperlukan upaya membuka jaringan, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, serta menjemput peluang hingga ke tingkat pusat.

Pertemuan demi pertemuan menjadi bagian dari ikhtiar untuk membawa program dan investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Takalar.

Menjemput Peluang, Membuka Jalan Pembangunan

Dalam beberapa agenda pembangunan, Pemkab Takalar terus berupaya membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya dalam sektor investasi dan pengembangan ekonomi daerah.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah kawasan pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan produktivitas sektor perikanan, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat nelayan.

Selain sektor perikanan, pengembangan investasi juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Masuknya investasi diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan sektor usaha, dan memberikan dampak berganda bagi perekonomian masyarakat.

Kini, peluang pembangunan tersebut semakin berkembang ke sektor energi terbarukan.

Bahas PLTS 100 MW Bersama PLN Pusat

Terbaru, Bupati Takalar Daeng Manye melakukan pertemuan dengan jajaran PT PLN (Persero) di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Daeng Manye didampingi Sekretaris Daerah Takalar, Drs. Rivai, bersama sejumlah asisten. Rombongan Pemkab Takalar diterima EVP LPT, Syamsul, beserta jajaran PLN dari sejumlah divisi terkait.

Agenda utama pertemuan tersebut membahas progres rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 MW di Kabupaten Takalar.

Dalam pembahasan itu, sejumlah aspek teknis dan administrasi turut menjadi perhatian. Pemkab Takalar menyampaikan kesiapan dari sisi teknis dan administrasi sesuai kewenangannya, sekaligus mendiskusikan berbagai kendala yang perlu dicarikan solusi bersama.

Dukungan PLN dan keterlibatan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebagai pihak yang berkaitan dengan penyediaan aset menjadi bagian penting dalam pembahasan pengembangan proyek tersebut.

Pertemuan ini juga melibatkan sejumlah unsur PLN, di antaranya DIV LDS, LPT, MEB, RSL, serta UID Sulselrabar.

Rencana PLTS 100 MW tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pengembangan energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Takalar, terutama melalui peluang penyerapan tenaga kerja lokal dan dukungan terhadap kebutuhan listrik daerah.

Pengembangan proyek ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Perjalanan Dinas yang Berorientasi pada Kepentingan Daerah

Berbagai agenda yang dilakukan Daeng Manye memperlihatkan pentingnya peran kepala daerah dalam membangun konektivitas dengan pemerintah pusat, lembaga, BUMN, maupun calon investor.

Sebab, tidak semua peluang pembangunan dapat diperoleh hanya dengan menunggu. Ada proses komunikasi, koordinasi, negosiasi, dan kesiapan daerah yang harus dibangun agar sebuah rencana dapat berkembang menjadi program nyata.

Kunjungan ke luar daerah pun memiliki nilai strategis ketika diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan membuka akses pembangunan bagi daerah.

Dari peluang investasi hingga pengembangan energi terbarukan, setiap langkah membutuhkan tindak lanjut agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Bagi Kabupaten Takalar, tantangan berikutnya adalah memastikan berbagai rencana tersebut dapat terus dikawal, mulai dari penyelesaian aspek administrasi, kesiapan teknis, hingga tahapan realisasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada akhirnya, masyarakat tentu berharap setiap peluang yang dijajaki pemerintah daerah dapat berbuah hasil nyata: semakin banyak lapangan pekerjaan, meningkatnya aktivitas ekonomi, pembangunan yang merata, serta kesejahteraan masyarakat yang semakin baik.

Sebab, membangun Takalar bukan hanya tentang apa yang dikerjakan di dalam daerah, tetapi juga tentang bagaimana membuka pintu peluang dari luar untuk kemudian menghadirkan manfaat bagi masyarakat di kampung halaman.

(Arsyadleo)