Usai menerima penghargaan Cita Loka Fest 2026, Bupati Takalar Daeng Manye langsung mempercepat pengembangan Kawasan Pendidikan Agroekologi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Takalar
Klikbacanews.id – Tak ada waktu untuk berpuas diri bagi Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye. Usai menerima penghargaan bergengsi pada ajang Cita Loka Fest 2026.
Bupati Takalar Daeng Manye langsung melanjutkan agenda strategis dengan menggelar pertemuan bersama Ketua Kemitraan Agroekologi, Armin Salassa, dan Sekretaris Jenderal Kemitraan Agroekologi, Ade Nining, di Makassar, Kamis (25/6/2026).
Langkah cepat tersebut menjadi bukti nyata bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus menghadirkan inovasi pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kali ini, fokus pembahasan diarahkan pada percepatan pengembangan Kawasan Pendidikan Agroekologi di Kabupaten Takalar sebagai salah satu program unggulan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai tahapan yang telah dipersiapkan secara sistematis, mulai dari Workshop Kebijakan Pengembangan Agroekologi, survei dan asesmen lokasi calon kawasan berbasis desa, hingga penyusunan modul pendidikan serta blueprint (cetak biru) pengelolaan Kawasan Pendidikan Agroekologi.
Program ini dirancang untuk menjadikan desa sebagai pusat pembelajaran sekaligus laboratorium hidup yang mengintegrasikan pendidikan, pertanian, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kawasan tersebut akan mengusung tiga program strategis, yakni Program Kampung Iklim (ProKlim), Program Desa Berketahanan Pangan, dan Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture).
Melalui konsep tersebut, Takalar tidak hanya diarahkan menjadi daerah yang mampu memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi contoh penerapan sistem pertanian ramah lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan berorientasi pada keberlanjutan.
Menariknya, pengembangan Kawasan Pendidikan Agroekologi ini juga mengadopsi agenda strategis nasional melalui sinergi dengan tiga kementerian, yakni Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Desa, dan Kementerian Pertanian.
Kolaborasi tersebut akan menjadikan desa-desa di Takalar sebagai titik konvergensi berbagai program nasional yang didukung oleh kelembagaan Simpul Wilayah dan Forum Multipihak Agroekologi.
Untuk memperkuat implementasi program di lapangan, Pemerintah Kabupaten Takalar juga akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan serta Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) dan Kebakaran Hutan dan Lahan (KHL) Wilayah Sulawesi.
Dukungan tersebut dinilai penting dalam memberikan pendampingan teknis, memperkuat pelaksanaan Program Kampung Iklim, sekaligus mempercepat upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Kabupaten Takalar.
Langkah yang ditempuh Daeng Manye ini selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Takalar yang menitikberatkan pada kemandirian ekonomi daerah, penguatan ketahanan pangan, serta pelestarian lingkungan hidup.
Pengembangan agroekologi diyakini menjadi salah satu solusi dalam menciptakan sistem pertanian yang produktif, sehat, berdaya saing, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
Selain meningkatkan produktivitas sektor pertanian, program ini juga membuka peluang lahirnya pusat edukasi pertanian, pengembangan eduwisata berbasis agroekologi, hingga peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Setelah seluruh tahapan persiapan dan rangkaian workshop selesai dilaksanakan, program akan memasuki fase self-monitoring untuk memastikan penerapan praktik agroekologi berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), peningkatan ketahanan pangan, serta perlindungan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia akademik, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan, Kabupaten Takalar optimistis mampu menjadi salah satu pusat pengembangan agroekologi dan percontohan pembangunan hijau di Sulawesi Selatan.
Langkah cepat yang ditunjukkan Bupati Daeng Manye usai menerima penghargaan nasional menjadi bukti bahwa setiap prestasi akan selalu diikuti dengan kerja nyata demi mewujudkan Takalar yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
(Leo)













