Lauching Logo Takalar Cepat

Produksi Padi Takalar Naik 18,52 Persen, Bupati Daeng Manye Perkuat Irigasi Pertanian

Produksi Padi Takalar Naik 18,52 Persen, Bupati Daeng Manye Perkuat Irigasi Pertanian
Produksi padi Takalar naik 18,52 persen menjadi 137.019 ton pada 2025. Bupati Daeng Manye memperkuat irigasi pertanian melalui pembangunan Irpom dan Pilter.

TAKALAR,Klikbacanews.id Produksi padi di Kabupaten Takalar mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024, produksi padi tercatat sebanyak 115.600 ton, kemudian meningkat menjadi 137.019 ton pada 2025 atau naik sebesar 18,52 persen.

Peningkatan produksi tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Parawansa, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan infrastruktur irigasi di Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar. Rabu 22 juli 2026

Kegiatan peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, dan disambut antusias kelompok tani serta masyarakat.

Usai peletakan batu pertama, warga yang hadir secara kompak meneriakkan yel-yel khas “OPPOKI!”. Teriakan tersebut menggema di lokasi kegiatan dan menambah semarak kegiatan pembangunan infrastruktur pertanian.

Parawansa mengatakan, peningkatan produksi padi tersebut menjadi salah satu indikator positif perkembangan sektor pertanian di Kabupaten Takalar.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk irigasi, menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas lahan dan produksi padi.

“Produksi padi tahun 2024 mencapai 115.600 ton. Kemudian pada tahun 2025 meningkat menjadi 137.019 ton atau naik 18,52 persen,” ujar Parawansa.

Untuk Kecamatan Polongbangkeng Selatan, pemerintah mendapatkan dukungan pembangunan infrastruktur pertanian melalui bantuan pemerintah pusat yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut meliputi pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) sebanyak 50 titik, Irigasi Tersier (Pilter) sebanyak 47 titik, serta pembangunan jalan tani sebanyak satu titik.

Parawansa menjelaskan, setiap pembangunan irigasi tersier memiliki panjang sekitar 300 meter. Sementara itu, dua titik jaringan irigasi tersier ditargetkan mampu mengairi lahan pertanian seluas sekitar 20 hektare.

“Untuk Kecamatan Polongbangkeng Selatan, terdapat 50 titik Irpom, 47 titik Pilter dan satu titik jalan tani,” jelasnya.

Sementara secara keseluruhan di Kabupaten Takalar, pembangunan Irpom mencapai 122 titik, sedangkan pembangunan irigasi tersier atau Pilter sebanyak 81 titik.

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan, pembangunan infrastruktur irigasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, peningkatan produksi padi harus terus didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, terutama ketersediaan air untuk lahan pertanian.

“Pembangunan ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani. Kita ingin infrastruktur yang dibangun dapat mendukung peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar Bupati Takalar.

Ia juga mengajak kelompok tani dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun.

“Pemerintah membangun, masyarakat juga harus ikut menjaga. Kalau kita rawat bersama, manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Pembangunan Irpom dan Pilter tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air untuk lahan pertanian, memperluas area persawahan yang dapat diairi, serta mendukung peningkatan produktivitas dan produksi padi di Kabupaten Takalar.

Kegiatan peletakan batu pertama di Bontokadatto turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar Parawansa, Plt Camat Polongbangkeng Selatan Ayatullah Rawatib, Kapolsek Polsel, Danramil, para lurah se-Kecamatan Polongbangkeng Selatan, kelompok tani, dan masyarakat.

Suasana kegiatan semakin meriah ketika warga secara bersama-sama meneriakkan “OPPOKI!” sebagai bentuk antusiasme dan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur pertanian.

Dengan meningkatnya produksi padi sebesar 18,52 persen serta pembangunan berbagai infrastruktur pertanian yang bersumber dari APBN 2026, Kabupaten Takalar terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian dan ketahanan pangan daerah.

(Arsyadleo)