Ngada, NTT, Klikbacanews .id– Di tengah gelapnya malam dan perjalanan panjang, kepedulian NU Peduli kembali hadir untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
NU Care-LAZISNU PBNU bersama LAZISNU PWNU NTT yang tergabung dalam NU Peduli terus berkolaborasi atas nama kemanusiaan untuk membantu warga yang masih bertahan di tempat pengungsian akibat bencana gempa bumi.
Senin (24/8/2026), Tim NU Peduli menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak gempa yang mengungsi di Desa Tano Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.
Tim menempuh perjalanan darat sekitar lima jam dari Kabupaten Ende. Setelah menerima informasi adanya penyintas bencana yang membutuhkan bantuan sembako, pada pukul 16.00 WITA tim langsung bergerak menuju Kecamatan Riung.
Perjalanan panjang tersebut akhirnya terbayar ketika Tim NU Peduli tiba di Desa Tano Barat sekitar pukul 21.00 WITA.
Suasana haru menyelimuti kedatangan tim. Mereka disambut oleh Icandra Harja, salah seorang tokoh pemuda Desa Tano Barat, bersama warga setempat. Pelukan hangat, ucapan terima kasih dan rasa syukur disampaikan warga atas kehadiran NU Peduli yang dinilai selalu sigap merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan pada fase tanggap darurat tersebut berupa beras, air mineral, selimut, telur, susu, popok bayi, minyak goreng, mi instan dan biskuit.
Para penerima manfaat didominasi perempuan, anak-anak dan lansia yang berasal dari kawasan Desa Tano Barat.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen NU Peduli untuk memastikan masyarakat terdampak gempa tetap memperoleh kebutuhan dasar selama berada di lokasi pengungsian.
Sejumlah warga masih memilih bertahan di pengungsian karena trauma dan kekhawatiran terhadap gempa susulan maupun potensi tsunami.
Tim Fundraising LAZISNU PWNU NTT, Muh Azman Adnan, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang dialami masyarakat di Flores, NTT.
“Kami atas nama NU Peduli, dalam hal ini LAZISNU PBNU dan LAZISNU PWNU NTT, ikut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Flores, NTT. NU Peduli bersama LAZISNU akan terus hadir dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya selama masa tanggap darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para donatur yang harus dijaga dan disampaikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Amanah para donatur ini perlu kami jaga dan salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Setelah dari Riung, kami juga akan melanjutkan estafet penyaluran bantuan ke Kabupaten Manggarai Timur,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pengungsi, Juriah (48), warga Desa Tano Barat, Kecamatan Riung, mengaku masih belum berani bermalam di rumah karena trauma akibat gempa dan kekhawatiran terhadap kemungkinan tsunami.
“Siang kami kembali ke rumah untuk bersih-bersih rumah. Namun, saat malam tiba kami kembali ke pengungsian karena takut ada gempa lagi, takut ada tsunami,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan di Riung tersebut merupakan bantuan lanjutan setelah tiga hari sebelumnya LAZISNU Sikka menyalurkan bantuan serupa kepada masyarakat terdampak bencana di Pulau Palue.
Melalui NU Peduli, NU Care-LAZISNU PBNU bersama jaringan LAZISNU terus memperkuat respons kemanusiaan di NTT. Dari amanah para donatur, kepedulian terus bergerak, menembus jarak dan gelapnya malam untuk menguatkan saudara-saudara yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
(Sugianto)













