TAKALAR, Klikbacanews.id — Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026 mendapat apresiasi tinggi dari kalangan pimpinan pesantren. Kegiatan yang digagas Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dinilai menjadi langkah bersejarah dalam memberikan ruang bagi santri untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan inovasi kepada masyarakat luas.
Apresiasi tersebut disampaikan Sulaiman Unjung, S.Pd.I., Pimpinan Pondok Pesantren As-Salam Timusu sekaligus Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Pondok Pesantren Kabupaten Takalar.
Dalam pernyataannya, Sulaiman menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Takalar atas inisiatif dan perjuangannya mewujudkan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026.
Menurutnya, festival tersebut merupakan terobosan yang patut diapresiasi karena menghadirkan ruang bersama bagi pondok pesantren untuk menampilkan keunggulan masing-masing, sekaligus memperkuat eksistensi pendidikan pesantren di Kabupaten Takalar.
“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati yang telah berinisiatif dan berjuang mewujudkan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026,” ungkap Sulaiman.
Dinilai Menjadi Momentum Bersejarah
Sulaiman menilai penyelenggaraan festival ini memiliki arti penting bagi perkembangan pondok pesantren. Ia bahkan menyebut kegiatan tersebut sebagai yang pertama kali dilaksanakan di Takalar, dan menurut penilaiannya, juga menjadi yang pertama di Sulawesi Selatan.
“Tanpa gagasan dan dukungan Bapak Bupati Daeng Manye, festival ini tidak akan terlaksana dengan baik dan semeriah ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan besarnya harapan kalangan pesantren terhadap keberlanjutan kegiatan yang mempertemukan berbagai pondok pesantren dalam satu panggung kreativitas dan kebersamaan.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan perlombaan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung potensi santri yang selama ini tumbuh dan berkembang di lingkungan pesantren.
Pesantren Tunjukkan Potensi, Inspirasi, dan Inovasi
Menurut Sulaiman, penyelenggaraan Festival Pondok Pesantren telah memberikan banyak manfaat, inspirasi, dan inovasi bagi kalangan pesantren.
Melalui kegiatan tersebut, para santri memperoleh kesempatan untuk menampilkan bakat, mengembangkan kreativitas, serta membuktikan bahwa pesantren memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan, seni, dan pembentukan karakter generasi muda.
Keterlibatan pondok pesantren dalam festival juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi antarpimpinan pesantren, dan mendorong lahirnya kolaborasi dalam memajukan pendidikan Islam di Kabupaten Takalar.
Semangat tersebut sejalan dengan harapan agar pesantren tidak hanya dikenal sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya generasi yang kreatif, mandiri, berakhlak, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sulaiman pun menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dengan penuh semangat, ia memberikan apresiasi kepada Bupati Takalar atas perhatian dan dukungannya terhadap dunia pesantren.
“Pondok pesantren begitu hebat, mantap, luar biasa!” serunya.
Doakan Menjadi Amal Jariyah
Di akhir pernyataannya, Sulaiman menyampaikan doa agar segala upaya dan perjuangan Bupati Takalar dalam mendukung kemajuan pesantren mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT.
Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal dari penguatan peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Takalar.
“Semoga Allah menetapkan kemuliaan dan amal jariyah atas jerih payah Bapak. Kami hormat dan bangga,” tuturnya.
Pernyataan itu ditutup dengan seruan “Allahu Akbar!” sebagai ungkapan semangat dan kebanggaan terhadap terselenggaranya Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026.
Apresiasi dari Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Pondok Pesantren tersebut menjadi gambaran dukungan kalangan pesantren terhadap upaya pemerintah daerah menghadirkan ruang kreativitas dan kolaborasi.
Dengan semangat kebersamaan, festival ini diharapkan menjadi agenda yang terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi para santri, pondok pesantren, serta masa depan pendidikan Islam di Kabupaten Takalar.
(Arsyadleo)













