Kepala Dinas Kesehatan Takalar dr. Nila Fauziah, M.Kes mensosialisasikan inovasi Assamaturu Bebas TBC sebagai proyek perubahan PKN II LAN RI guna mempercepat eliminasi Tuberkulosis melalui kolaborasi heptahelix.
Klikbacanews.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nila Fauziah, M.Kes, selaku Reformer dan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepemimpinan Manajemen dan Pengembangan Kompetensi (Pusjar SKMP) LAN RI Angkatan V Tahun 2026, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyamaan persepsi terkait implementasi proyek perubahan bertajuk “Assamaturu Bebas TBC”, Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar tersebut dihadiri oleh tim kerja dan jajaran lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar sebagai langkah awal membangun komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan proyek perubahan.
Dalam paparannya, dr. Nila Fauziah menjelaskan bahwa proyek perubahan “Assamaturu Bebas TBC” merupakan inovasi strategis yang dirancang untuk memperkuat percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan kesehatan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan target Eliminasi TBC.
“Assamaturu” yang berarti kebersamaan dan gotong royong menjadi semangat utama dalam gerakan ini. Melalui kolaborasi unsur heptahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, lembaga keagamaan, dan masyarakat, diharapkan upaya penemuan kasus, pengobatan, pendampingan pasien, hingga edukasi masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi momentum penyamaan persepsi, penguatan sinergi, serta penyusunan langkah-langkah strategis dalam pelaksanaan program di lapangan.
Melalui proyek perubahan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar berkomitmen menghadirkan tata kelola penanggulangan TBC yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari implementasi PKN Tingkat II LAN RI, proyek perubahan ini diharapkan mampu menjadi model kepemimpinan adaptif yang menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan kesehatan masyarakat serta mendukung terwujudnya Kabupaten Takalar yang sehat, produktif, dan bebas TBC menuju Indonesia Emas 2045.
(leo)












