TAKALAR, Klikbaca news.id — Petani rumput laut di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mendapat dorongan untuk naik kelas. Bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga melalui digitalisasi, akses keuangan, perluasan pasar, dan praktik bisnis berkelanjutan.
Dorongan itu datang melalui program kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan International Labour Organization (ILO), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Swiss, hingga Pemerintah Kabupaten Takalar. Program tersebut disosialisasikan kepada pelaku usaha rumput laut di Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Rabu (23/9/2026).
Takalar menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam upaya mendorong ekosistem usaha rumput laut yang lebih modern. Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membuka akses yang lebih luas terhadap informasi, layanan keuangan, pasar, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi lokal.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi yang melibatkan ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, OJK, Pemerintah Kabupaten Takalar, Kospermindo, dan PROMISE2 IMPACT.
Program ini juga mendapat dukungan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).
Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky, Chief Technical Advisor ILO Indonesia Violeta Vulovic, serta Director of the ILO Country Office for Indonesia and Timor-Leste Simrin Singh.
Dari OJK, hadir Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua Darwisman serta Deputi Komisioner OJK Sukarela Batunanggar.
Sukarela Batunanggar hadir sebagai perwakilan bidang inovasi keuangan digital OJK dalam kegiatan tersebut.
Turut hadir Plt Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Nur Adi Wardoyo serta Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Kementerian Perdagangan Dia Sandhita Arisanti.
Daeng Manye Genjot Digitalisasi
Dorongan terhadap petani rumput laut ini sejalan dengan perhatian Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye terhadap pemanfaatan digitalisasi dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Selama ini, Daeng Manye mendorong agar teknologi digital tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi menjadi instrumen untuk membantu masyarakat Takalar, khususnya petani dan pelaku UMKM, meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar.
Melalui digitalisasi, produk dan potensi masyarakat Takalar dapat dipromosikan lebih luas. Dengan begitu, sumber daya manusia dan berbagai produk unggulan daerah diharapkan semakin dikenal di luar Takalar.
Pemerintah daerah juga melihat digitalisasi sebagai salah satu pintu untuk memperkenalkan potensi Takalar kepada dunia usaha. Semakin luas informasi mengenai potensi daerah, semakin terbuka pula peluang terbangunnya jejaring usaha dan ketertarikan investor untuk melihat peluang investasi di Takalar.
Karena itu, masyarakat tidak hanya didorong untuk menghasilkan produk, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk membangun merek, memasarkan produk, mengakses informasi, serta mengembangkan jaringan usaha.
Rumput Laut Takalar Masuk Ekosistem Berkelanjutan
Program di Sanrobone tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi digital. Praktik bisnis berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor rumput laut.
Petani didorong untuk melihat usaha rumput laut sebagai bagian dari rantai ekonomi yang membutuhkan penguatan dari hulu hingga hilir, termasuk akses terhadap pembiayaan, pasar, informasi, teknologi, dan pengelolaan usaha.
Kolaborasi ILO, OJK, Pemerintah Swiss, pemerintah pusat, Pemkab Takalar, serta sejumlah lembaga lainnya diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku usaha rumput laut di daerah.
Dengan ekosistem yang semakin terhubung, petani rumput laut Takalar diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memanfaatkan peluang ekonomi yang terbuka melalui perkembangan teknologi digital.
Desa Sanrobone pun menjadi bagian dari langkah tersebut, sekaligus memperkuat posisi sektor rumput laut sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat Takalar yang terus dikembangkan.
(Arsyadleo)













