Lauching Logo Takalar Cepat

Bupati Takalar: Tak Ada Lagi Birokrasi Berpikir Manual di Era Digital

Bupati Takalar: Tak Ada Lagi Birokrasi Berpikir Manual di Era Digital
Bupati Takalar Daeng Manye membuka Pelatihan Literasi Digital 2026 dan menegaskan birokrasi harus meninggalkan pola pikir manual menuju pemerintahan yang cepat, transparan, dan efisien.

MAKASSAR, Klikbacanews.id – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan pentingnya perubahan pola pikir aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi percepatan transformasi digital pemerintahan.

Hal itu disampaikan saat membuka Pelatihan Literasi Digital di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar Tahun 2026 di Hotel Continent Centrepoint Panakkukang, Jalan Adiyaksa Nomor 15, Kota Makassar, Rabu (22/7/2026) malam.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 22-24 Juli 2026, tersebut diikuti 81 peserta. Mereka terdiri atas pejabat pimpinan tinggi pratama, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh camat se-Kabupaten Takalar.

Turut hadir sebagai pemateri Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBPSDMP Kominfo) Makassar, Drs. Baso Saleh, M.I.Kom.

Dalam sambutannya, Daeng Manye menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama dalam membangun birokrasi modern.

Menurutnya, hampir seluruh aktivitas masyarakat saat ini telah beralih ke sistem digital, mulai dari transaksi keuangan, pelayanan publik hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.

Karena itu, birokrasi dituntut mampu bergerak lebih cepat dan adaptif agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi.

“Kita tidak mungkin membangun pemerintahan digital kalau sumber daya manusianya masih berpikir manual. Digital itu cepat, transparan, efisien, dan itu yang harus menjadi budaya kerja kita,” tegas Daeng Manye.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengukuran awal, kemampuan literasi digital aparatur di Kabupaten Takalar masih berada pada angka 1,9 dari skala maksimal 4.

Capaian tersebut, kata dia, menjadi tantangan sekaligus pijakan untuk terus meningkatkan kompetensi aparatur melalui pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Daeng Manye juga mendorong seluruh OPD untuk mulai mengurangi penggunaan dokumen fisik dan beralih memanfaatkan penyimpanan berbasis cloud serta berbagai layanan digital.

Selain itu, setiap perangkat daerah diminta aktif memperbarui data melalui aplikasi pelayanan digital yang telah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Teknologi Harus Diikuti Perubahan Cara Kerja

Sementara itu, Kepala BBPSDMP Kominfo Makassar, Drs. Baso Saleh, M.I.Kom., menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan aplikasi.

Menurutnya, faktor paling penting adalah kesiapan aparatur untuk mengubah cara kerja dan meningkatkan kompetensi.

“Teknologi hanya akan menjadi pajangan bila tidak diikuti perubahan kompetensi dan kebiasaan kerja. Literasi digital berarti mampu memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pelayanan, menjaga keamanan data, dan mengambil keputusan berbasis informasi,” ujar Baso Saleh.

Ia berharap para peserta dapat menjadi penggerak transformasi digital di lingkungan kerja masing-masing setelah mengikuti pelatihan tersebut.

Kegiatan pembukaan yang dimulai sekitar pukul 21.30 Wita dan berakhir sekitar pukul 23.00 Wita itu kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Bupati Takalar, pemateri, dan seluruh peserta sebagai penanda dimulainya Pelatihan Literasi Digital Pemerintah Kabupaten Takalar Tahun 2026.

(Arsyadleo)