Muhammad Hasbi Pamitan dari Takalar, 22 Tahun Mengabdi: Dari Seklur hingga Sekda dan Pj Bupati

TAKALAR,Klikbacanews.id — Ada perjalanan yang tidak bisa diukur hanya dari jabatan.

Ada pengabdian yang tidak selesai hanya karena seseorang berpindah tempat tugas.

Itulah yang tergambar dari perjalanan Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., birokrat yang selama 22 tahun mengabdikan dirinya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Kini, perjalanan panjang itu memasuki babak baru.

Pada 5 Oktober 2026, Hasbi berpamitan kepada Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye. Ia akan melanjutkan tugas di lingkungan Pemerintah Kota Makassar dengan pertimbangan keluarga.

Kepergian Hasbi bukan sekadar perpindahan seorang pejabat dari satu pemerintahan ke pemerintahan lainnya.

Sebab, jejak pengabdiannya di Takalar terentang panjang, dari jabatan paling awal sebagai Sekretaris Kelurahan (Seklur) hingga dipercaya menjadi Sekretaris Daerah (Sekda).

Bahkan, pada usia sekitar 40 tahun, ia dilantik sebagai Sekda Takalar pada 7 Oktober 2021 dan dikenal sebagai salah satu Sekda termuda dalam sejarah Pemerintah Kabupaten Takalar.

Perjalanan itu kemudian membawanya dipercaya menjalankan tugas sebagai Penjabat (Pj) Bupati Takalar.

Dari Bawah, Menembus Puncak Birokrasi

Hasbi lahir pada 12 Juni 1981.

Tidak ada yang bisa memastikan sejauh mana perjalanan karier seseorang akan berakhir. Begitu pula Hasbi.

Namun, satu hal yang jelas, ia tidak mendapatkan perjalanan tersebut secara instan.

Ia meniti karier dari bawah, melewati berbagai tahapan birokrasi selama lebih dari dua dekade.

Dalam perjalanan tersebut, Hasbi berada di berbagai fase pemerintahan Takalar.

Ia mendampingi pemerintahan Bupati Syamsari Kitta, kemudian melewati masa transisi bersama Pj Bupati Dr. Setiawan Aswad, sebelum akhirnya kembali menjalankan tugas sebagai Sekda pada era Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Di tengah pergantian kepemimpinan daerah, posisi Sekda menjadi salah satu simpul penting untuk menjaga kesinambungan roda pemerintahan.

Di posisi itu pula Hasbi ikut mengawal berbagai proses pemerintahan, termasuk pengelolaan keuangan daerah sebagai Sekda sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

WTP Bukan Sekadar Angka

Salah satu catatan yang menonjol dalam perjalanan birokrasi Hasbi adalah keberhasilan Kabupaten Takalar meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Bagi Hasbi, predikat WTP tidak semestinya dipandang hanya sebagai keberhasilan administratif.

Ia bahkan kerap mengingatkan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) bahwa tata kelola keuangan berkaitan dengan kehormatan daerah.

“WTP itu bukan soal laporan keuangan, itu soal harga diri daerah.”

Pesan tersebut menjadi salah satu cara Hasbi memandang tanggung jawab birokrasi: bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan, tetapi memastikan setiap proses pemerintahan dapat dipertanggungjawabkan.

Pendidikan Tak Pernah Berhenti

Karier birokrasi tidak membuat Hasbi berhenti mengejar pendidikan.

Ia meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), selain memiliki dua gelar magister.

Menariknya, perjalanan akademik tersebut masih berlanjut.

Hasbi saat ini juga masih menjalani studi di salah satu perguruan tinggi di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bagi seorang birokrat, pendidikan menjadi bagian dari perjalanan untuk terus memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas.

“Takalar yang Membentuk Saya”

Kini, setelah 22 tahun, Hasbi harus meninggalkan lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Namun, ia tidak melihat kepindahan tersebut sebagai akhir dari pengabdian.

“Dua puluh dua tahun bukan waktu yang singkat. Takalar telah menjadi bagian penting dalam hidup dan perjalanan pengabdian saya,” ujarnya.

Ada satu kalimat Hasbi yang paling menggambarkan kedekatannya dengan daerah tempat ia menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya.

“Takalar yang membentuk saya. Daerah ini tanah tumpah darah saya.”

Kalimat tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa bagi Hasbi, Takalar bukan sekadar tempat bekerja.

Di daerah inilah ia memulai karier, membangun pengalaman, melewati pergantian pemerintahan, menduduki jabatan strategis, hingga dipercaya menjalankan tugas sebagai Pj Bupati.

Sebelum Pergi, Hasbi Titip Pesan

Sebelum meninggalkan Pemkab Takalar, Hasbi menitipkan pesan kepada seluruh ASN.

Ia meminta para aparatur tetap bekerja dengan penuh dedikasi dan memberikan kemampuan terbaik untuk memastikan program pemerintahan berjalan.

“Kepada seluruh ASN Pemkab Takalar, saya berpesan tetap bekerja dengan penuh dedikasi. Kerahkan kemampuan untuk menyukseskan program Bapak Bupati dan Wakil Bupati,” pungkasnya.

Kini, lembaran baru menanti Muhammad Hasbi di Pemerintah Kota Makassar.

Namun, 22 tahun pengabdiannya di Takalar tentu bukan cerita yang mudah dilupakan.

Dari Seklur, meniti jenjang birokrasi, menjadi Sekda di usia sekitar 40 tahun, hingga dipercaya sebagai Pj Bupati.

Sebuah perjalanan panjang seorang birokrat yang akhirnya harus berkata selamat tinggal kepada Takalar—bukan untuk mengakhiri pengabdian, tetapi untuk melanjutkan perjalanan di tempat yang baru.

(Arsyadleo)