BBM dan LPG Langka di Takalar, Daeng Manye Perintahkan OPD dan Aparat Pantau Langsung ke Lapangan

TAKALAR, Klikbacanews.id — Kelangkaan BBM dan gas LPG bersubsidi di sejumlah wilayah Kabupaten Takalar membuat masyarakat resah. Antrean panjang di sejumlah SPBU dan sulitnya mendapatkan LPG menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye meminta OPD terkait bersama aparat keamanan turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pasokan dan distribusi BBM maupun LPG bersubsidi.

Instruksi tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan yang dikeluhkan warga.

“Saya memahami keresahan masyarakat. Pemerintah daerah tentu tidak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti BBM dan gas elpiji,” ujar Daeng Manye, Jumat (11/9/2026).

Daeng Manye meminta pemantauan dilakukan secara langsung, termasuk pada SPBU dan pangkalan LPG. Pemerintah ingin memastikan distribusi berjalan tertib, sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemantauan tersebut juga diharapkan dapat mencegah adanya pihak yang memanfaatkan situasi kelangkaan untuk kepentingan tertentu.

“Yang paling penting masyarakat tidak boleh dirugikan. Kita akan cek dan koordinasikan dengan pihak-pihak terkait agar persoalan ini segera ditemukan solusinya,” tegasnya.

Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Di tengah keresahan warga, Bupati Takalar juga meminta masyarakat tidak panik dengan melakukan pembelian BBM maupun LPG secara berlebihan.

Masyarakat diimbau membeli dan menggunakan BBM serta LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.

“Kita mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM dan gas elpiji sesuai kebutuhan. Jangan melakukan pembelian secara berlebihan atau menyimpan stok terlalu banyak,” katanya.

Menurut Daeng Manye, apabila masyarakat membeli sesuai kebutuhan, distribusi dapat lebih merata sehingga warga lainnya juga memperoleh kesempatan mendapatkan BBM dan LPG.

“Kalau kita semua menggunakan sesuai kebutuhan, Insyaallah distribusi bisa lebih merata dan situasi kelangkaan ini dapat segera berlalu,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya terkait kondisi pasokan BBM dan LPG.

Pemkab Takalar, kata Daeng Manye, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau perkembangan di lapangan hingga persoalan tersebut dapat segera ditangani.

“Jangan panik dan jangan membeli berlebihan. Gunakan secukupnya sehingga masyarakat lainnya juga mendapatkan hak yang sama,” tegasnya.

“Jangan sampai masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya. Olehnya itu, pemerintah harus hadir dan memastikan distribusi kebutuhan masyarakat berjalan dengan baik dan lancar tanpa kendala,” pungkas Daeng Manye.

(Arsyadleo)