TAKALAR, SULSEL , Klikbacanews.id — Sejumlah persoalan kebutuhan dasar yang dirasakan masyarakat mulai menjadi sorotan. Di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, keluhan warga terkait persoalan data Desil, sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi hingga kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) semakin ramai disampaikan.
Bagi masyarakat bawah, persoalan tersebut bukan sekadar angka dalam kebijakan pemerintah. Dampaknya dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Persoalan Desil misalnya, masih menjadi keluhan di tengah masyarakat. Ada warga yang mengaku kondisi ekonominya tidak mencerminkan kategori Desil yang tercatat dalam pendataan.
Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan, terutama ketika status Desil berkaitan dengan akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan sosial maupun program pemerintah lainnya.
Warga berharap proses pendataan tidak hanya mengandalkan sistem, tetapi juga memperhatikan kondisi nyata masyarakat di lapangan. Sebab, kesalahan atau ketidaksesuaian data berpotensi membuat masyarakat yang seharusnya mendapatkan perhatian justru merasa terpinggirkan.
Tak hanya Desil, persoalan BBM bersubsidi juga menjadi keluhan tersendiri.
Antrean panjang di sejumlah SPBU membuat masyarakat harus menunggu berjam-jam. Namun, perjuangan tersebut tidak selalu berujung mendapatkan BBM.
Ketika stok BBM bersubsidi habis, warga terpaksa meninggalkan SPBU dan mencari tempat lain. Kondisi seperti ini tentu menjadi beban bagi masyarakat yang membutuhkan BBM untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun memenuhi kebutuhan keluarga.
Belum selesai persoalan BBM, masyarakat juga dihadapkan pada kelangkaan LPG 3 kg.
Gas bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kecil disebut semakin sulit diperoleh. Kalaupun tersedia, masyarakat mengeluhkan harga yang dinilai melampaui HET.
Situasi tersebut membuat masyarakat kecil kembali berada dalam posisi sulit. Mereka harus menghadapi kebutuhan yang semakin mendesak sementara kemampuan ekonomi tidak selalu bertambah.
Rentetan keluhan ini akhirnya memunculkan satu harapan yang sama: pemerintah harus turun melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan.
Masyarakat membutuhkan kebijakan yang tidak hanya baik di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan hingga tingkat bawah.
Persoalan Desil membutuhkan pembenahan data yang akurat. Distribusi BBM bersubsidi membutuhkan pengawasan agar tepat sasaran dan tersedia bagi masyarakat yang berhak. Sementara LPG 3 kg membutuhkan jaminan distribusi serta pengawasan harga agar tidak membebani warga.
Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, masyarakat berharap pemerintah mampu menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan tersebut.
Bukan sekadar mendengar keluhan, tetapi memastikan ada tindakan dan perbaikan yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
Kini, perhatian masyarakat tertuju kepada pemerintah: sampai sejauh mana berbagai persoalan tersebut dapat segera dibenahi dan tidak terus menjadi beban bagi masyarakat kecil?
Takalar, Sulawesi Selatan
Kamis, 10 September 2026
Azis Kawang













