TAKALAR, Klikbacanews.id— Semangat membangun desa melalui kolaborasi generasi muda dan pemerintah terus digaungkan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menyatakan komitmennya untuk mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Takalar melalui berbagai program kerja yang akan dilaksanakan di Desa Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Seminar Program Kerja KKN 79 yang digelar di Aula Desa Bontokassi. Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memaparkan sejumlah program yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus dapat bersinergi dengan arah pembangunan daerah.
Seminar tersebut dihadiri perwakilan Camat Galesong Selatan Rustam, S.Sos., M.Si., Kepala Desa Bontokassi Muh. Aksin Suarso Daeng Tombong, Babinsa Desa Bontokassi Serma Ansar, Pendamping Desa Syarifuddin, SE., Ketua BPD Makkaraeng, SE. dg Nyomba, para kepala dusun, serta tokoh masyarakat.
Koordinator Desa KKN Kelompok 79, Wildan, memaparkan empat program utama yang akan menjadi fokus mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Bontokassi.
Keempatnya yakni bidang keagamaan, pendidikan, pengembangan UMKM, serta kesehatan masyarakat.
Digitalisasi UMKM Jadi Program Unggulan
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Mahasiswa KKN 79 melihat potensi usaha masyarakat Desa Bontokassi yang dapat dikembangkan lebih jauh melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pendampingan akan diarahkan pada peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan, pemasaran melalui platform digital, hingga memperluas jangkauan promosi agar produk lokal tidak hanya dikenal di lingkungan desa, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat dan transformasi digital di tingkat desa.
“Melalui program ini, kami ingin membantu masyarakat melihat bahwa produk lokal memiliki potensi besar jika dikemas dan dipasarkan dengan strategi yang tepat di era digital,” demikian semangat yang diusung mahasiswa KKN 79 dalam program pengembangan UMKM.
Empat Pilar untuk Masyarakat
Selain UMKM, mahasiswa KKN 79 juga menyiapkan program di bidang keagamaan. Kegiatan akan diarahkan pada penguatan nilai keimanan dan ketakwaan melalui kajian keislaman, pendampingan kegiatan ibadah anak-anak, serta optimalisasi rumah ibadah sebagai pusat pembinaan moral masyarakat.
Di bidang pendidikan, mahasiswa akan memberikan pendampingan belajar bagi anak-anak, pembinaan minat baca, edukasi stop bullying, serta penguatan pemahaman agama dan ilmu pengetahuan.
Sementara di bidang kesehatan, mahasiswa akan menggelar edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, penyuluhan gizi, serta kampanye pencegahan penyakit sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa.
Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan bukan sekadar menjalankan program akademik, tetapi mampu menghadirkan kegiatan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pemdes dan Tokoh Masyarakat Beri Dukungan
Para pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat yang hadir dalam seminar menyambut positif rencana program tersebut. Mereka berharap mahasiswa KKN dapat menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menggerakkan masyarakat serta menghadirkan inovasi baru selama berada di Desa Bontokassi.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan warga dinilai menjadi kunci agar setiap program yang dirancang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Dengan mengusung empat pilar program tersebut, KKN 79 UIN Alauddin Makassar di Desa Bontokassi diharapkan mampu menjadi bagian dari gerakan bersama membangun desa—mulai dari penguatan pendidikan dan keagamaan, peningkatan kesehatan, hingga mendorong UMKM lokal naik kelas melalui digitalisasi.
Dari kampus untuk desa, dari desa untuk kemajuan Takalar.
(Arsyadleo)













