Meski Terik Matahari, Bupati Takalar Luangkan Waktu Berdiskusi Langsung dengan Petani Garam

Takalar, Klikbacanews.id – Sosok seorang pemimpin tidak hanya hadir di balik meja pemerintahan, tetapi juga turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan. Hal itu ditunjukkan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye yang tetap meluangkan waktunya menyapa dan berdiskusi langsung dengan para petani garam di Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, meski di bawah teriknya matahari.

Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Takalar didampingi Camat Laikang Marwan, SE, serta Kepala Desa Cikoang. Kehadiran Bupati di tengah hamparan tambak garam menjadi kesempatan untuk mendengar secara langsung aktivitas dan kondisi para petani yang selama ini menggantungkan penghasilan dari produksi garam.

Dengan suasana yang sederhana dan penuh keakraban, Bupati Daeng Manye berinteraksi langsung dengan para petani garam selaku penggarap tambak. Ia tidak hanya melihat proses produksi, tetapi juga menggali informasi terkait pengelolaan tambak hingga hasil panen yang diperoleh petani.

Bupati menanyakan secara langsung berapa petak tambak yang dikelola masing-masing petani, berapa lama proses produksi garam berlangsung, hingga berapa banyak hasil yang dapat dipanen dalam satu kali produksi.

Pertanyaan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap sektor garam sekaligus menjadi bagian dari upaya memahami secara lebih dekat kondisi masyarakat yang bekerja di sektor pertanian garam.

Salah seorang petani garam menjelaskan bahwa proses produksi garam di tambak dilakukan secara berkala. Dalam kondisi produksi yang berjalan normal, garam dapat dipanen setiap tiga hari.

Informasi yang disampaikan petani tersebut menjadi gambaran nyata mengenai aktivitas produksi garam di Desa Cikoang. Bagi para petani, proses tersebut membutuhkan ketekunan, tenaga dan ketergantungan pada kondisi cuaca agar produksi dapat berjalan dengan baik.

Bagi Bupati Daeng Manye, turun langsung ke lapangan menjadi cara untuk melihat persoalan masyarakat dari dekat, sekaligus membuka ruang komunikasi agar berbagai potensi di daerah dapat terus dikembangkan.

Teriknya matahari tidak menjadi penghalang bagi Bupati Takalar untuk berdiri di tengah tambak dan mendengarkan cerita para petani. Momen tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah hadir memberikan perhatian terhadap masyarakat dan potensi ekonomi yang mereka kelola.

Sektor garam menjadi salah satu potensi yang perlu terus didorong agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan komunikasi langsung antara pemerintah dan petani, berbagai kebutuhan serta tantangan di lapangan dapat diketahui secara lebih jelas dan menjadi bahan dalam menentukan langkah pengembangan ke depan.

Kehadiran Bupati di tengah petani pun mendapat perhatian tersendiri. Di tengah aktivitas produksi yang berlangsung di bawah panas matahari, masyarakat dapat menyampaikan kondisi mereka secara langsung kepada kepala daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat Bupati Daeng Manye untuk terus bergerak, menyapa masyarakat, melihat potensi daerah, serta memastikan pemerintah hadir bukan hanya di kantor, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat.

(Arsyadleo)