TAKALAR, Klikbaca news.id – Tiga persoalan besar yang telah lama menjadi pekerjaan rumah Kabupaten Takalar kini mulai bergerak di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Ketiganya yakni rencana kawasan industri di Desa Laikang, persoalan sekolah yang sebelumnya tersegel, serta lahan PTPN di Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut).
Persoalan tersebut telah menjadi bagian dari dinamika pembangunan Takalar sebelum Daeng Manye menjabat sebagai bupati. Kini, satu per satu mulai mendapat penanganan dengan perkembangan yang berbeda.
Kawasan Industri Laikang Mulai Jalan
Rencana pembangunan kawasan industri di Desa Laikang, Kecamatan Laikang, menjadi salah satu persoalan strategis yang selama ini dinantikan perkembangannya.
Di era kepemimpinan Daeng Manye, rencana tersebut sementara berjalan. Kawasan industri ini diharapkan mampu membuka ruang investasi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Takalar.
Pemerintah daerah terus mendorong agar potensi kawasan tersebut dapat dikembangkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Tiga Sekolah yang Sempat Disegel Kini Dibuka
Di sektor pendidikan, perkembangan juga mulai terlihat.
Tiga sekolah yang sebelumnya mengalami persoalan penyegelan di wilayah Kecamatan Polongbangkeng Selatan dan Kecamatan Galesong kini telah dibuka kembali.
Dibukanya kembali sekolah tersebut menjadi kabar penting bagi siswa, orang tua dan tenaga pendidik. Aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan setelah sebelumnya terkendala persoalan yang menyebabkan sekolah tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Penyelesaian persoalan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan bagi masyarakat.
Lahan PTPN Polut Masih Menjadi Perjuangan
Sementara itu, persoalan lahan PTPN di Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut) masih membutuhkan proses panjang.
Pemerintah daerah masih terus memperjuangkan penyelesaian persoalan tersebut melalui koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait.
Persoalan lahan PTPN tidak dapat diselesaikan secara instan karena menyangkut status lahan, kewenangan dan kepentingan berbagai pihak. Karena itu, diperlukan proses serta langkah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dari Persoalan Lama Menuju Penyelesaian
Tiga persoalan tersebut kini menunjukkan perkembangan berbeda.
Kawasan industri Laikang sementara berjalan. Tiga sekolah di wilayah Polsel dan Galesong telah dibuka kembali. Sedangkan persoalan lahan PTPN Polut masih terus diperjuangkan.
Perkembangan ini menjadi bagian dari dinamika pemerintahan Daeng Manye dalam menangani sejumlah persoalan yang telah ada sebelum dirinya memimpin Kabupaten Takalar.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap proses tidak berhenti di tengah jalan. Kawasan industri diharapkan terus bergerak, sekolah yang telah dibuka dapat memberikan pelayanan pendidikan secara optimal, sementara persoalan lahan PTPN dapat menemukan titik penyelesaian.
Dengan demikian, tiga persoalan yang sebelumnya menjadi pekerjaan rumah daerah tidak sekadar menjadi catatan sejarah, tetapi benar-benar dapat dituntaskan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Takalar.
(Arsyadleo)













