TAKALAR, Klikbaca news.id – Festival Pondok Pesantren (Ponpes) yang digagas Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, berlangsung selama tiga malam berturut-turut dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Memasuki malam terakhir atau malam penutupan festival, suasana pergelaran seni para santri berlangsung dengan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang bagi para santri untuk menampilkan kreativitas, bakat, serta potensi seni dan budaya yang tumbuh di lingkungan pondok pesantren.
Pantauan di lokasi, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) atau pejabat Eselon II bersama para camat se-Kabupaten Takalar tampak hadir menyaksikan rangkaian pergelaran seni tersebut. Mereka terlihat menempati kursi di barisan kedua, sementara barisan pertama ditempati Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar, Drs. Rivai, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra.
Kehadiran jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Takalar tersebut menambah semarak malam penutupan Festival Pondok Pesantren yang menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.
Festival yang digagas Bupati Daeng Manye ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para santri untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang seni dan kreativitas. Melalui kegiatan tersebut, pondok pesantren diharapkan semakin dikenal sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mengembangkan bakat dan potensi generasi muda.
Pergelaran seni pada malam penutupan menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren. Dukungan serta perhatian terhadapmu kegiatan santri diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, kreatif, berprestasi, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar pun menjadi salah satu upaya untuk mempererat silaturahmi antarpesantren sekaligus memeriahkan Hari Santri Nasional 2026 melalui kegiatan yang positif, edukatif, dan bernilai budaya.
(Arsyadleo)













