TAKALAR , Klikbaca news.id— Suasana malam kedua Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026 semakin meriah. Para santri dan santriwati dari pondok pesantren (ponpes) menampilkan beragam pergelaran seni yang memukau pengunjung di Lapangan Kantor Bupati Takalar, Jumat malam (23/10/2026).
Kegiatan yang digagas Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pimpinan pondok pesantren hingga orang tua santri. Festival ini dinilai menjadi wadah positif untuk memperlihatkan bakat, kreativitas, dan potensi para santri yang selama ini berkembang di lingkungan pesantren.
Memasuki malam kedua, antusiasme masyarakat terlihat semakin meningkat. Area Lapangan Kantor Bupati Takalar dipadati pengunjung dari berbagai kalangan yang datang untuk menyaksikan penampilan para santri.
Beragam pertunjukan seni yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri. Para santri dan santriwati menunjukkan kemampuan mereka melalui penampilan yang mencerminkan kreativitas, kekompakan, keberanian, serta hasil pembinaan di masing-masing pondok pesantren.
Kemeriahan tersebut menjadikan festival bukan sekadar hiburan, tetapi juga panggung bagi para santri untuk mengekspresikan diri sekaligus memperkenalkan potensi pesantren kepada masyarakat luas.
Bupati Takalar Turut Menyaksikan Pergelaran Seni Santri
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Takalar, Hj. Dewi Sri Ekawati Firdaus, tampak hadir menyaksikan rangkaian kegiatan dari area depan panggung. Sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar dan jajaran Kementerian Agama juga terlihat mengikuti jalannya pergelaran seni tersebut.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan Kementerian Agama menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren serta kreativitas generasi muda.
Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar Tahun 2026 sendiri digelar selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Oktober 2026, dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional. Kegiatan ini melibatkan 24 pondok pesantren di Kabupaten Takalar dengan berbagai rangkaian kegiatan dan perlombaan.
Melalui festival tersebut, para santri memperoleh kesempatan untuk tampil di hadapan masyarakat, mengembangkan rasa percaya diri, serta membangun semangat kompetisi yang sehat antarpesantren.
Orang Tua Santri Beri Apresiasi
Salah seorang orang tua santri mengungkapkan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Festival Pondok Pesantren yang digagas Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang yang sangat baik bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka di luar kegiatan pembelajaran rutin di pesantren.
Ia menilai, setiap pondok pesantren memiliki keunggulan dan potensi tersendiri. Melalui pergelaran seni ini, masyarakat dapat melihat secara langsung kreativitas, kemampuan, serta hasil pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing pesantren.
“Melalui kegiatan seperti ini, bakat anak-anak santri bisa terlihat. Setiap pesantren memiliki keunggulan masing-masing, sehingga mereka mendapat kesempatan untuk tampil, menunjukkan kemampuan, dan membanggakan pesantrennya,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan, kreativitas, dan pengembangan karakter santri.
Festival Pesantren Jadi Ruang Kreativitas dan Kebersamaan
Penyelenggaraan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar menjadi salah satu upaya menghadirkan ruang yang lebih luas bagi santri untuk mengembangkan potensi diri. Selain menampilkan seni dan kreativitas, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antarpesantren serta membangun kedekatan antara dunia pesantren dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan semakin percaya diri, berani menunjukkan kemampuan, mampu bekerja sama, serta menjunjung tinggi sportivitas.
Antusiasme pengunjung pada malam kedua menjadi gambaran bahwa kegiatan yang mengangkat potensi pesantren mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus menghadirkan hiburan yang sarat nilai pendidikan.
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda perayaan Hari Santri Nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran pondok pesantren dalam membentuk generasi yang berakhlak, kreatif, mandiri, dan berdaya saing di Kabupaten Takalar.
(Arsyadleo)













