Jejak Pemimpin di Tengah Petani, Daeng Manye Panen Cabai di Moncongkomba

TAKALAR, Klik baca News.id — Kepemimpinan tak selalu terlihat dari balik meja pemerintahan. Di Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memilih turun langsung ke lahan pertanian, memetik cabai dan berbaur bersama para petani.

Di bawah terik matahari, Daeng Manye ikut memanen cabai bersama warga. Ia tampak akrab berbincang dengan petani sembari melihat langsung kondisi lahan dan hasil pertanian yang menjadi bagian penting dari sumber penghidupan masyarakat.

Bagi Daeng Manye, berada di tengah lahan pertanian menghadirkan kenangan tersendiri. Suasana tersebut mengingatkannya pada masa kecil ketika dirinya sering menemani orang tuanya ke sawah.

“Dulu waktu kecil saya sering ikut orang tua ke sawah. Jadi ketika berada di tengah-tengah petani seperti ini, saya seperti kembali mengingat masa kecil,” ujar Daeng Manye. (22/09/2026)

Ia mengaku bersyukur melihat lahan pertanian warga dapat dimanfaatkan dengan baik hingga menghasilkan. Menurutnya, produktivitas lahan bukan hanya memberikan hasil bagi keluarga petani, tetapi juga menjadi bagian dari harapan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Kalau lahan dimanfaatkan dan menghasilkan, tentu ini menjadi berkah bagi keluarga dan masa depan mereka,” katanya.

Di sela kegiatan panen, Daeng Manye juga memberikan gula pasir kepada para petani sebagai bentuk perhatian dan apresiasi atas kerja keras mereka.

Tak berhenti pada kunjungan dan dialog, Daeng Manye juga meminta Dinas Pertanian Kabupaten Takalar untuk membantu kebutuhan petani, khususnya penyediaan pompa air untuk mendukung pengairan lahan.

Bagi Daeng Manye, pemerintah harus hadir sedekat mungkin dengan masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat melihat kondisi yang sebenarnya, mendengar kebutuhan petani dan mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

Momen panen cabai di Moncongkomba itu pun menjadi potret sederhana tentang kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya. Di tengah panas matahari, Daeng Manye tidak hanya datang melihat hasil pertanian, tetapi ikut memetik, berbincang dan mendengarkan suara petani.

Dari hamparan lahan cabai tersebut, tersirat pesan bahwa kemajuan pertanian tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui kehadiran, perhatian dan keberpihakan pada kerja keras para petani.

Jejak itu ditinggalkan Daeng Manye di tengah petani Moncongkomba: hadir di lapangan, mendengar dari dekat dan mendorong solusi untuk kebutuhan masyarakat.

(Arsyadleo)