Takalar Jadi Pusat Pengendalian Inflasi Sulsel, Daeng Manye Dorong Sinergi Kawasan!

Takalar Jadi Pusat Pengendalian Inflasi Sulsel, Daeng Manye Dorong Sinergi Kawasan!
Pemerintah Kabupaten Takalar menjadi tuan rumah High Level Meeting TPID Sulsel 2026 untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi kawasan Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar.

TAKALAR,Klikbacanews.id  – Pemerintah Kabupaten Takalar menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas ekonomi regional dengan menjadi tuan rumah High Level Meeting dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar ini dihadiri sekitar 80 peserta dari berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga lembaga terkait lintas daerah.

Hadir langsung Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati Hengky Yasin, Deputi Bank Indonesia Provinsi Sulsel Okky Hermansyah, Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman, serta Kasdim 1426/Takalar Mayor Inf Halik.

Tak hanya itu, perwakilan DPRD, Kejaksaan Negeri Takalar, serta pemerintah daerah dari Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros juga turut ambil bagian dalam forum strategis ini.

Dalam sambutannya, Daeng Manye menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan faktor krusial dalam menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi daerah.

“Pengendalian inflasi adalah indikator penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kawasan, khususnya di wilayah strategis seperti Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar yang saling terhubung dalam rantai pasok.

Menurutnya, Takalar memiliki peran vital sebagai daerah penyangga pasokan, sehingga kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci utama.

Lebih lanjut, Daeng Manye mengajak seluruh pihak memperkuat kerja sama, terutama dalam pertukaran data, distribusi komoditas, serta stabilisasi harga.

“Sinergi kebijakan dan koordinasi antar wilayah harus terus diperkuat agar stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi BI Sulsel Okky Hermansyah memaparkan kondisi terkini inflasi serta strategi pengendalian di zona IV yang meliputi Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar.

Arahan Gubernur Sulawesi Selatan yang disampaikan secara virtual melalui Sekda Sulsel Jufri Rahman menekankan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

Perbaikan infrastruktur irigasi pertanian

Optimalisasi penyerapan gabah oleh Bulog saat panen raya

Penguatan program gerakan pangan murah

Peningkatan kerja sama antar daerah

Sebagai bentuk komitmen konkret, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara TPID Provinsi Sulsel dan pemerintah daerah Takalar, Gowa, serta Maros.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga di kawasan.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Bank Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Takalar serta sesi foto bersama.

Dengan terselenggaranya forum ini, diharapkan pengendalian inflasi di Sulawesi Selatan, khususnya kawasan strategis Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar, semakin efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

(leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *