Kasus Suspek Campak Melonjak, Dokter Anak di Takalar Tekankan Pentingnya Vaksinasi

dr. Andriana Susanty, M.Kes., Sp.A,
dr. Andriana Susanty, M.Kes., Sp.A,

Takalar,Klikbacanews.id – Kasus suspek campak di Kabupaten Takalar melonjak tajam pada awal tahun 2026. Dalam kurun Januari hingga Maret, ratusan kasus tercatat di sejumlah fasilitas kesehatan, bahkan melibatkan pasien dari luar daerah seperti Gowa dan Jeneponto.

Data tersebut diungkap oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah, saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dinas Kesehatan Takalar, Selasa (14/04/2026).

 dr Nilal Fauziah Kepala Dinas Kesehatan Takalar
dr Nilal Fauziah Kepala Dinas Kesehatan Takalar

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kasus suspek campak di RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle mencapai 118 kasus selama periode Januari hingga Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, mayoritas pasien berasal dari Kabupaten Takalar sebanyak 81 kasus, disusul Kabupaten Gowa 16 kasus, dan Kabupaten Jeneponto sebanyak 20 kasus.

Selain itu, data dari rumah sakit swasta, RS Maryam Citra Medika, juga menunjukkan angka yang cukup signifikan.

“Di RS Maryam Citra Medika untuk periode Januari sampai Maret, Takalar 30 kasus, Jeneponto 11 kasus, dan Gowa 27 kasus,” jelas dr. Nilal Fauziah.

Menurutnya, tingginya jumlah pasien dari luar daerah menunjukkan adanya mobilitas masyarakat antarwilayah yang cukup tinggi, terutama dari daerah yang berbatasan langsung dengan Takalar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Takalar, Hajil Muhammad, menegaskan bahwa lonjakan kasus ini berbeda dengan kondisi tahun sebelumnya.

“Untuk tahun 2025 itu tidak ada kasus seperti ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa banyaknya pasien dari Gowa dan Jeneponto disebabkan faktor geografis.

“Kenapa banyak dari Jeneponto dan Gowa karena jaraknya dekat dengan Takalar. Itu pun umumnya dari kecamatan perbatasan,” jelasnya.

Kondisi ini menjadikan fasilitas kesehatan di Takalar sebagai rujukan utama bagi masyarakat di wilayah sekitar.

Di sisi lain, dokter spesialis anak di Takalar, dr. Arinana Susanry, M.Kes., Sp.A, mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit menular yang tidak boleh dianggap sepele.

“Campak ini disebabkan oleh virus dan sangat rentan menyerang anak-anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gejala awal campak biasanya ditandai dengan demam, batuk, pilek, serta mata merah. Kemudian, pada hari keempat atau kelima, muncul ruam yang dimulai dari belakang telinga dan menyebar ke seluruh tubuh.

“Pada fase ruam, kondisi anak bisa semakin memburuk. Demam meningkat, batuk bertambah berat, bahkan bisa terjadi komplikasi,” jelasnya.

Menurutnya, komplikasi campak dapat berupa diare, sesak napas, hingga radang otak yang berisiko fatal.

Lebih lanjut, dr. Arinana menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah campak.

“Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah. Memang tidak menjamin tidak tertular, tetapi bisa mencegah gejala berat,” tegasnya.

Ia menambahkan, anak yang tidak mendapatkan vaksin cenderung mengalami gejala lebih berat, bahkan hingga harus dirawat di ruang intensif (ICU).

“Sebagian besar pasien yang kami tangani memang belum mendapatkan imunisasi campak,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Takalar memastikan akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap kasus yang muncul, sekaligus memperkuat upaya pelacakan serta edukasi kepada masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gejala campak dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya imunisasi sebagai langkah utama dalam mencegah penyebaran penyakit menular tersebut.

(Leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *