Target 1 Desa 1 Peserta Belum Tercapai, 6 Kecamatan Takalar Nihil di Seleksi Magang Jepang SSW

TAKALAR,Klikbacanews.id – Program kerja ke Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) di Kabupaten Takalar belum berjalan merata.

Dari total 12 kecamatan, sebanyak 6 kecamatan tercatat tidak mengirimkan satu pun peserta dalam seleksi magang Jepang tahun ini.

Penanggung jawab dari PT Shin, Muhlis, mengungkapkan bahwa kecamatan yang nihil peserta yakni Galesong Utara, Mappakasunggu, Sanrobone, Mangarabombang, Laikang, dan Kepulauan Tanakeke.

“Ada enam kecamatan yang tidak mengirim peserta sama sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye telah menegaskan komitmen agar setiap desa dan kelurahan mengirim minimal satu peserta dalam program kerja ke Jepang.

Target “1 Desa 1 Peserta” ini bertujuan untuk pemerataan peluang kerja bagi generasi muda di seluruh wilayah Takalar.

Namun, realita di lapangan menunjukkan belum semua kecamatan mampu menjalankan arahan tersebut. Bahkan, setengah wilayah kecamatan justru tidak berpartisipasi sama sekali.

Di sisi lain, sebanyak 17 pemuda asal Takalar berhasil lolos tahap awal seleksi dan kini melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Menurut Muhlis, peserta saat ini tengah menjalani:

  • Tes fisik
  • Tes kkesamaptaan
  • Tes akademik

Tahapan selanjutnya adalah wawancara sebagai penentu kelulusan akhir.

“Masih ada kemungkinan peserta gugur, karena semua dilihat dari kelayakan masing-masing,” jelasnya.

Seleksi ini juga diikuti sekitar 60 peserta dari Kota Makassar, menandakan persaingan cukup ketat dalam program SSW Jepang.

Minimnya partisipasi dari sejumlah kecamatan menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah.

Program kerja ke Jepang ini sejatinya merupakan langkah strategis untuk:

Membuka peluang kerja internasional

Menekan angka pengangguran

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Namun, tanpa keterlibatan aktif seluruh kecamatan, target pemerataan kesempatan kerja dinilai sulit tercapai.

Dukungan dari pemerintah tingkat kecamatan dinilai sangat penting dalam mendorong partisipasi masyarakat.

Upaya sosialisasi, pendampingan, dan motivasi kepada pemuda perlu ditingkatkan agar setiap desa benar-benar terwakili.

Jika tidak segera dibenahi, program unggulan ini berpotensi hanya dinikmati oleh sebagian wilayah saja.

(leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *