Kabar Kasus UMKM “Tenggelam” di Kejari Takalar, Aktivis Minta Kajari Baru Prioritaskan Pengusutan
Takalar,Klikbacanews.id – Penanganan kasus dugaan penyimpangan proyek Sentra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Takalar kembali menuai sorotan. Kasus yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu dinilai “tenggelam” tanpa kejelasan arah di Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar.
Publik mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam mengusut proyek yang menelan anggaran Rp10 miliar tersebut. Pasalnya, hingga kini bangunan UMKM yang tersebar di tiga desa di Kecamatan Galesong masih terbengkalai dan tidak dimanfaatkan.
Penggiat anti-korupsi Takalar, Rahman Suwandi, menilai proses penyelidikan berjalan stagnan meski telah berlangsung cukup lama. Ia menyebut, sejumlah pihak sebenarnya telah dimintai keterangan oleh penyidik.
“Mulai dari kepala desa, pejabat teknis di Dinas PUPR, hingga rekanan sudah diperiksa. Bahkan dokumen juga sudah disita. Tapi sampai sekarang belum ada penetapan pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Rahman, kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya tarik-ulur atau bahkan upaya melindungi pihak tertentu dalam kasus ini. Ia menegaskan, lambannya penanganan perkara justru merusak kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di daerah.
“Kasus ini seperti jalan di tempat. Padahal anggarannya jelas dari dana PEN yang nilainya besar. Kalau terus dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk,” tegasnya. (28/03/26)
Ia pun mendesak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar yang baru agar menjadikan kasus ini sebagai prioritas utama penanganan. Menurutnya, pergantian pimpinan harus menjadi momentum untuk membuka kembali kasus yang dinilai mandek tersebut.
“Kami berharap Kajari yang baru berani mengambil langkah tegas, menuntaskan kasus ini secara transparan, dan mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas mangkraknya proyek UMKM tersebut,” pungkas Rahman.
(Leo)












