Takalar,Klikbacanews.id – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai peringatan Malam Nuzulul Quran pada malam ke-20 Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa malam (10/3/2026).
Kehadiran jajaran pimpinan daerah semakin menambah kekhusyukan suasana. Bupati Takalar, Daeng Manye, tampak duduk dengan senyum yang memancarkan ketenangan, sementara Wakil Bupati Takalar, H. Hengky Yasin, juga terlihat tersenyum hangat. Momen tersebut mencerminkan kehangatan dan keharmonisan kepemimpinan di Kabupaten Takalar.
Kebersamaan itu menjadi simbol sinergi antara pimpinan daerah dalam membawa keberkahan dan kemajuan bagi Kabupaten Takalar. Selain Bupati dan Wakil Bupati, turut hadir Sekretaris Daerah Takalar, Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.IKom., serta Ketua DPRD Takalar, H. Muhammad Rijal.
Sebelum rangkaian acara dimulai, para pimpinan daerah bersama jamaah melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah. Bupati Takalar Daeng Manye terlihat berdiri di saf pertama tepat di belakang imam. Di samping kiri beliau berdiri Wakil Bupati H. Hengky Yasin, sementara di sisi kanan tampak Ketua DPRD H. Muhammad Rijal dan Sekda Takalar Dr. H. Muhammad Hasbi.
Dalam sambutannya, Bupati Takalar Daeng Manye mengungkapkan rasa syukur karena masyarakat masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk memperingati malam turunnya Al-Qur’an secara bersama-sama.
“Alhamdulillah, sampai pada malam hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan oleh Allah SWT untuk hadir bersilaturahmi dalam peringatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Takalar. Semoga kebersamaan ini semakin mempererat silaturahmi kita semua,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan pada bulan Ramadan merupakan petunjuk bagi umat manusia serta pembeda antara yang benar dan yang salah.
Bupati Daeng Manye menjelaskan bahwa ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah Surah Al-Alaq ayat 1 hingga 5 yang dimulai dengan perintah Iqra atau membaca. Menurutnya, perintah tersebut mengandung makna luas, yakni mendorong umat manusia untuk terus belajar dan memahami berbagai hal di sekelilingnya dengan tetap mengingat kebesaran Allah SWT.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an seperti keadilan, kejujuran, kebersamaan, dan kasih sayang harus menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi aparatur pemerintahan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
“Nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi dasar cara kita berpikir dan mengambil kebijakan, baik dalam pemerintahan maupun dalam interaksi sosial dengan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Takalar juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar untuk terus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada generasi muda.
Salah satu program yang direncanakan dalam lima tahun ke depan adalah pembangunan taman bacaan Al-Qur’an hingga ke tingkat desa secara bertahap. Program ini diharapkan dapat memudahkan anak-anak untuk belajar dan mendalami Al-Qur’an sejak usia dini.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana memberikan sertifikasi bagi anak-anak yang mampu menghafal Al-Qur’an, mulai dari juz 1 hingga juz 30, sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk mencintai kitab suci Al-Qur’an.
Melalui peringatan Malam Nuzulul Quran ini, Pemerintah Kabupaten Takalar berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat serta menjadi pedoman dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik.
(Leo)












