TAKALAR,Klikbacanews.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Takalar menggelar kegiatan Camp Pesisir dan penanaman pohon mangrove di kawasan Tanah Tumbuh Delta Harapan, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu (Mapsu), selama dua hari, 2–3 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap ekosistem pesisir yang rentan terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim.

Sebanyak 150 peserta dari unsur TSR (Tenaga Sukarela), KSR (Korps Sukarela), dan PMR (Palang Merah Remaja) dari berbagai sekolah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris PMI Kabupaten Takalar H. Sarif Tinri, S.Sos., M.M., Wakil Sekretaris Muhammad Irwan, S.KM., M.Si., Kepala Markas Muh. Dahlan Nyomba, serta jajaran pengurus lainnya.
Dalam sambutannya, H. Sarif Tinri yang mewakili Ketua PMI Kabupaten Takalar secara resmi membuka kegiatan camp. Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
“Wilayah pesisir sangat rentan terhadap abrasi dan perubahan iklim. Karena itu, kesadaran dan aksi nyata dari generasi muda sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman mangrove yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh peserta.
Ketua panitia, Rahmat, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Di antaranya kepada Ketua LSM LAM (Lembaga Abdi Masyarakat), Hakim Tompo, serta PKH Kelara wilayah Takalar–Jeneponto yang telah menyediakan bibit mangrove.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Takalar–Jeneponto atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Pada malam hari, peserta mengikuti sesi materi kepemimpinan dan penanggulangan bencana yang dibawakan oleh pembina PMR.
Memasuki hari kedua, kegiatan kembali dilanjutkan dengan penanaman mangrove dengan target mencapai 1.000 pohon. Selain itu, peserta juga menggelar aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah, khususnya plastik, yang mencemari pesisir.
Dari aksi tersebut, terkumpul sebanyak 50 karung sampah plastik dari sepanjang bibir pantai.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut.
Selain itu, rangkaian camp juga diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan kebersamaan guna menumbuhkan semangat kepedulian sosial, kemanusiaan, dan lingkungan di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Takalar berharap gerakan pelestarian lingkungan dapat terus berlanjut secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, khususnya generasi muda sebagai agen perubahan di masa depan.
(Leo)







