Ledakan Diduga Bom Ikan di Tanakeke, Kapolsek Mappakasunggu Ungkap Fakta Baru: 11 Orang Dipanggil, Pelaku Mulai Terkuak

Ledakan Diduga Bom Ikan di Tanakeke, Kapolsek Mappakasunggu Ungkap Fakta Baru: 11 Orang Dipanggil, Pelaku Mulai Terkuak
Ilustrasi

TAKALAR,Klikbacanews.id – Perkembangan terbaru kasus dugaan perakitan bom ikan di wilayah Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, mulai menemui titik terang. Aparat kepolisian mengungkap sejumlah fakta baru dalam proses penyelidikan yang tengah berjalan.

Kapolsek Mappakasunggu, Iptu Sumarwan, SH, menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil sedikitnya 11 orang untuk dimintai keterangan terkait dugaan peristiwa ledakan yang terjadi di wilayah tersebut.

“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami sudah memanggil 11 orang secara bertahap untuk didengar keterangannya,” ujarnya.

Namun demikian, dari jumlah tersebut, baru enam orang yang memenuhi panggilan penyidik. Sementara lima lainnya dijadwalkan untuk kembali dipanggil dalam waktu dekat.

“Yang hadir baru enam orang. Sisanya akan kami undang kembali untuk dimintai keterangan,” tambahnya.

Menurut Kapolsek, para saksi yang dipanggil merupakan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian atau tempat kejadian perkara (TKP) saat dugaan ledakan terjadi.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah memeriksa salah satu korban yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat insiden tersebut. Sementara satu korban lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Korban yang sempat dirawat sudah kami ambil keterangannya, sedangkan satu korban lainnya masih belum diketahui keberadaannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolsek Mappakasunggu mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi nama yang terindikasi terkait dengan dugaan pelaku utama dalam kasus tersebut. Meski demikian, proses pembuktian masih terus dilakukan secara mendalam.

“Kami sudah memiliki nama yang dicurigai. Tinggal proses pembuktian lebih lanjut,” tegasnya.

Kasus dugaan bom ikan ini sendiri menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat aktivitas tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak besar terhadap kerusakan ekosistem laut dan mengancam mata pencaharian nelayan setempat.

Polisi memastikan akan terus mendalami kasus ini dan berkomitmen mengungkap pelaku hingga tuntas.

Sementara warga setempat menyebut praktik pengeboman ikan di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, dalam satu tahun terakhir, aktivitas serupa diduga telah terjadi hingga tiga kali.

“Dulu sempat heboh juga di media, dugaan pengeboman ikan di atas kapal joloro beberapa bulan lalu. Dugaan pelaku utamanya itu lagi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Selasa (14/4/2026).

Warga juga mengaku mengetahui aktivitas orang yang diduga sebagai pelaku utama. Mereka berharap aparat kepolisian tidak hanya menindak pelaku lapangan, tetapi juga aktor utama di balik praktik ilegal tersebut.

“Selama ini itu memang pekerjaannya. Yang kemarin itu korban hanya anggotanya, ada pelaku utama yang harus ditindak tegas oleh polisi,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat turut menyoroti kinerja aparat dalam menangani kasus yang dinilai berulang tersebut. Mereka berharap ada langkah konkret agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Sebelumnya diberitakan, dua korban mengalami luka bakar karena ledakan diduga saat merakit bom ikan di Dusun labbo Tallua  Desa Minasa baji Kecamatan Kepulauan Tanakeke.

Korban yang satu sempat di Rumah sakit umun Daerah Pajhonga Daeng Ngalle karena luka bakar dibagikan kedua Kakinya.

(Leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *