Hampir 50% Napi Kasus Narkoba, Ini Gebrakan Kalapas Baru Takalar

Hampir 50% Napi Kasus Narkoba, Ini Gebrakan Kalapas Baru Takalar
Hampir 50% Napi Kasus Narkoba, Ini Gebrakan Kalapas Baru Takalar

TAKALAR,Klikbacanews.id – Hampir separuh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terjerat kasus narkotika. Fakta ini diungkap langsung Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, dalam sesi silaturahmi bersama insan pers.

Dari total sekitar 580 warga binaan, sekitar 50 persen di antaranya merupakan kasus penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini menjadi perhatian serius jajaran lapas di bawah kepemimpinan baru.

“Kasus narkoba memang masih mendominasi. Ini menjadi fokus utama kami dalam penanganan ke depan,” ujar Andi Gunawan.

Sebagai langkah awal, pihak lapas langsung menerapkan strategi pengamanan ketat guna menekan peredaran narkoba di dalam lingkungan lapas.

Razia Rutin hingga Insidental

Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan harian yang digilir antar seksi. Sistem ini diterapkan untuk menghindari celah pengawasan serta memastikan seluruh area tetap dalam kondisi aman.

Selain itu, razia rutin maupun insidental juga terus digencarkan. Penggeledahan dilakukan secara berkala hingga mendadak guna mencegah masuknya barang terlarang.

Tidak hanya mengandalkan internal, Lapas Takalar juga memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan Badan Narkotika Nasional.

Kolaborasi ini dinilai penting, terutama dalam pelaksanaan razia besar maupun penanganan kasus yang membutuhkan dukungan personel tambahan.

Fokus Rehabilitasi, Bukan Sekadar Penahanan

Menurut Andi Gunawan, sebagian besar pengguna narkoba sejatinya merupakan korban yang membutuhkan pendekatan rehabilitasi, bukan hanya hukuman.

Namun demikian, pelaksanaan rehabilitasi masih menghadapi kendala, terutama dari sisi pembiayaan.

“Kami terus berupaya menjalin kerja sama dengan BNN agar program rehabilitasi bisa berjalan lebih maksimal,” jelasnya.

Pembinaan Jadi Prioritas

Selain pengamanan, Lapas Takalar juga menitikberatkan pada program pembinaan bagi warga binaan.

Pembinaan kepribadian dilakukan melalui kegiatan keagamaan, kesenian, olahraga, serta kepramukaan. Sementara pembinaan kemandirian difokuskan pada pelatihan keterampilan sebagai bekal setelah bebas.

Pihak lapas juga memastikan pemenuhan hak dasar warga binaan, termasuk layanan kesehatan serta kualitas makanan dan minuman.

Peran Keluarga dan Perhatian Warga Binaan Perempuan

Saat ini, jumlah warga binaan perempuan di Lapas Takalar tercatat sebanyak 13 orang. Sebagian besar masih dalam proses persidangan.

Untuk napi perempuan dengan masa hukuman panjang, akan dipindahkan ke lapas khusus perempuan. Namun bagi yang masa hukumannya singkat, tetap dibina di Takalar agar lebih dekat dengan keluarga.

“Dukungan keluarga sangat penting dalam proses pembinaan. Ini menjadi salah satu faktor keberhasilan perubahan perilaku warga binaan,” tambahnya.

Fasilitas Terus Dibenahi

Di sisi lain, pihak lapas juga rutin melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan dan fasilitas. Perbaikan segera dilakukan jika ditemukan kerusakan guna mencegah potensi gangguan keamanan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Kalapas berharap Lapas Takalar tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan yang efektif bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

(Leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *